saham-saham anti bear market

Saham-Saham Anti Bear Market

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com ini. Di post kedua terakhir untuk tahun 2020 ini saya ingin istirahat dari menulis analisa fundamental saham-saham IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan iseng sedikit membahas saham-saham perusahaan apa saja di IHSG yang “anti bear market”.

Yaaah..sebenarnya mungkin tidak ada saham yang kebal terhadap bear market. Semua saham pasti akan kena imbasnya kalau lagi ada bear market. Seperti yang kita ketahui, bear market adalah suatu istilah saat kondisi harga IHSG, terkoreksi/turun 20% atau lebih dari level tertingginya selama dua bulan atau lebih.

“Anti bear market” secara harfiah berarti saham itu tidak turun 20% atau lebih saat IHSG sendiri turun 20% atau lebih. Meski sangat jarang tapi, yaaa, bisa saja terjadi. Hanya saja, tidak mungkin suatu saham bisa lolos dari semua bear market. Mungkin dia bisa tidak turun di satu bear market, anggap tahun 2008, tapi dia ternyata turun di bear market tahun 2020 ini. Atau sebaliknya.

Di sini, yang saya maksud dengan “anti bear market” adalah saham-saham yang meski turun 20% atau lebih, dia tidak stuck/tertahan di situ dan pelan-pelan bisa naik lagi setelah harga sahamnya jatuh. Artinya, kemungkinan besar ini saham perusahaan bagus yang karena pasar lagi turun, harga sahamnya ikut turun.

Nah, itu yang ingin saya bahas. Mungkin ini bisa jadi ide kalian untuk melihat fundamental saham-saham ini setelah membaca post saya ini. Saya akan mulai dengan kriteria yang saya pilih saat saya melakukan screening untuk saham-saham ini, lalu saya bahas pergerakan harga setiap saham-saham yang masuk ke kriteria saya, dan terakhir akan saya akhiri dengan penutup yang membahas sedikit tentang langkah selanjutnya yang bisa kita ambil sebagai seorang value investor.

Sebelum saya lanjutkan, analisa harga saham-saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Bila kalian belum pernah baca disclaimer blog ini, silahkan klik di sini.

Kriteria daftar saham-saham anti bear market

Berikut adalah kriteria yang yang saya pakai saat saya melakukan Screening untuk mencari, dan membuat daftar, para saham anti bear market di IHSG:

  • Saham-saham ini harus sudah menjadi perusahaan publik (IPO) dari sebelum tahun 2008. Saya mau mencari saham-saham yang sudah mengalami 3x bear market, yaitu tahun 2008, 2015, dan 2020 ini.
  • Saham-saham ini kalau pun turun, tidak boleh lebih dari 40%. Kenapa 40%, bukan, misal, 50%? Karena buat saya pribadi, floating loss (kerugian yang belum terealisasi atau belum dijual) sebanyak 40% di bear market yang parah, seperti tahun 2008, sih tidak berarti apa-apa secara psikologis.
  • Saya tidak lihat saham-saham ini secara fundamental ataupun teknikal. Murni dari harga saja.
  • Untuk tahun 2008 dan 2015, saya lihat dari Januari sampai Desember tahun-tahun tersebut. Lalu enam bulan setelah tahun-tahun tersebut.
  • Untuk tahun 2020, saya lihat dari Januari sampai titik harga terendah. Lalu Januari sampai Desember.
  • Dari kedua tahun-tahun ini: 2008 dan 2015, saham-saham yang masuk ke daftar ini hanya saya perbolehkan satu tahun dimana dia turun dari Januari ke Desember, lalu enam bulan kemudian saham tersebut tidak naik.

Sekarang, mari kita lihat saham-saham apa saja yang saya dapat dari kriteria tersebut.

Saham-saham anti bear market

Sebelum saya buat daftarnya di bawah, saya mau bilang kalau ini tidak saya buat dalam urutan apapun, ya.

  1. MYOR

Nama: PT Mayora Indah Tbk.

Industri: Food & Beverages

Harga tahun 2008: turun -35% dari Januari ke Desember, naik 21% di Juli 2009 dari Januari 2008.

Harga tahun 2015: naik 19.6% dari Januari ke Desember, naik 56% di Juli 2016 dari Januari 2015.

Harga tahun 2020: turun -35% dari Januari ke bulan terendahnya, naik 30% di Desember 2020 dari Januari (atau naik 65% dari bulan terendahnya).

  1. DNET

Nama: PT Indoritel Makmur Internasional Tbk

Industri: Computer & Services / Retail Trade (DNET adalah holding company yang memegang saham Indomaret, dan di 2019 Indomaret memberikan kontribusi laba lebih banyak dari bisnis utama DNET sendiri)

Harga tahun 2008: turun -35% dari Januari 2008, turun -42% di Juli 2009 dari Januari 2008 (atau turun -7% dari Desember 2008).

Harga tahun 2015: naik 21% dari Januari 2015, naik 17% di Juli 2016 dari Januari 2015 (atau turun -4% dari Desember 2015).

Harga tahun 2020: naik 4% dari Januari sampai Desember 2020, tidak crash (turun signifikan).

  1. BBCA

Nama: PT Bank Central Asia Tbk.

Industri: Banking

Harga tahun 2008: turun -11% dari Januari 2008, naik 3.4% di Juli 2009 dari Januari 2008 (atau naik 14.4% dari Desember 2008).

Harga tahun 2015: turun -0.9% dari Januari 2015, naik 7.6% di Juli 2016 dari Januari 2015 (atau naik hampir 9% dari Desember 2015).

Harga tahun 2020: turun -22% dari Januari 2020 ke bulan terendahnya, masih turun -3.2% di Desember 2020 dari Januari (atau naik hampir 19% dari bulan terendahnya).

  1. EKAD

Nama: PT Ekadharma International Tbk.

Industri: Chemicals

Harga tahun 2008: naik 12% dari Januari 2008, turun 8.4% di Juli 2009 dari Januari 2008 (atau turun –20.4% dari Desember 2008).

Harga tahun 2015: turun -24% dari Januari 2015, naik 23% di Juli 2016 dari Januari 2015 (atau naik 62% dari Desember 2015.

Harga tahun 2020: turun -28% dari Januari 2020 ke bulan terendahnya, naik 9% di Desember 2020 dari Januari (atau naik 37% dari bulan terendahnya).

Kesimpulan

Nah! Itu lah para saham anti bear market yang saya temukan. MYOR, DNET, BBCA, dan EKAD.

Perlu saya beritahukan sebelumnya, dari keempat saham tersebut, EKAD ada di dalam portfolio saya dan pernah saya analisa di sini. Saya juga baru tahu ternyata EKAD saham yang “anti bear market” seperti ini.

Bagaimana dengan yang lain? MYOR, DNET, dan BBCA? Saya tidak tahu. Bila kita ingin berinvestasi di saham-saham tersebut, kita harus analisa dulu. Kalau saya punya metode sendiri, metode SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), yang saya suka gabungkan dengan DCF (discounted cash flow).

Terus-terang, MYOR sudah ada di daftar saham-saham yang ingin saya analisa lebih dalam. Dan karena saya sudah pernah membahas analisa BBNI dan BMRI, saya juga ingin membahas analisa BBCA dan BBRI. Tunggu tahun depan, ya…hehehe.

Bagaimana dengan DNET? Sebenarnya saya kurang suka kalau harus bahas saham ini, karena ini adalah perusahaan IT tapi memiliki saham di Indomaret, dan kontribusi laba Indomaret jauh lebih banyak dari bisinis utamanya DNET. Jadi bingung saya mau bandingkan dengan saingan dari industri mana. Tapi, yaah, bisa saya bahas juga tahun depan.

Oke, untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham-saham anti bear market yang saya temukan. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan hubungi saya di sini atau tinggalkan komentar di bawah.

Sekali lagi, post kali ini murni hanya melihat pergerakan harga. Sama sekali tidak ada analisa-analisa yang bisa dipakai untuk memutuskan apakah kita harus berinvestasi atau tidak di saham-saham yang ada di daftar ini.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)