WINS: Analisa Fundamental PT Wintermar Offshore Marine Tbk.

Channel YouTube Lounge & Chill adalah sponsor blog Stoxets.com

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com dan kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham WINS (PT Wintermar Offshore Marine Tbk.), yang bisa dibilang saingan dari MBSS (PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.) yang pernah saya bahas di bulan Juli 2021 lalu (Pak Lo Kheng Hong pernah koleksi saham ini, tapi dijual semua di bulan Agustus 2021 lalu).

Sama seperti SMSM (Selamat Sempurna) dan TOWR (Sarana Menara Nusantara), yang beberapa bulan lalu sudah saya bahas, WINS juga bukan merupakan bagian dari Seri Saham LQ45 blog ini – yang banyak saya sudah post, seperti PGAS (Perusahaan Gas Negara), ERAA (Erajaya Swasembada), BBTN (Bank BTN), TLKM (Telkom Indonesia), MEDC (Medco Energi Internasional), AKRA (AKR Corporindo), ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur), dan lain-lain.

Gambar logo WINS
Gambar 1. Logo WINS

Sebelum kita bahas saham WINS ini lebih lanjut, saya sebutkan lagi kalau saya akan menganalisa saham ini menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar, seperti PER dan PBV, dan metode valuasi yang lebih mendalam, seperti Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000, bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5, bukan 1,5, dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR, bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita analisa saham WINS ini!

Analisa saham WINS

WINS (PT Wintermar Offshore Marine Tbk.) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan kapal dan kepemilikan kapal, dengan fokus melayani industri lepas pantai laut, terutama di minyak bumi dan gas, dan layanan-layanan pendukungnya. WINS berdiri di tahun 1970 dan menjadi perusahaan publik di tahun 2010. Secara industri WINS masuk ke Oil, Gas, & Coal.

WINS memiliki sekitar 70 berbagai jenis kapal khusus yang mendukung aktifitas hulu perusahaan minyak dan gas lepas pantai dalam eksplorasi dan pengembangan selama tahap produksi dan setelahnya. WINS beroperasi di 14 wilayah di Indonesia dan 9 negara lain (Malaysia, Brunei, Myanmar, Thailand, india, Saudi Arabia, Nigeria, dan Taiwan).

Secara kepemilikan, WINS dimiliki oleh PT Wintermarjaya Lestari (34.1%, holding dari WINS), Sugiman Layanto (7.3%, Direktur Utama), Johnson Williang Sutjipto (6.8%, ex Komisaris WINS), Muriani (6%, Investor), dan Masyarakat (45.8%).

Oke, bagaimana dengan komposisi bisnis-bisnis mereka? Mari kita lihat.

Bisnis WINS

Dibandingkan dengan MBSS, bisnis WINS bisa dibilang lebih kompleks/komprehensif. Karena kalau MBSS memiliki jasa pengangkutan barang curah (“bulk materials”), terutama batubara. WINS tidak melakukan transportasi produk-produk batubara/migas, tapi lebih ke melayani aktifitas-aktifitas pendukungnya. Meski mereka sama-sama menyewakan kapal-kapal-kapal mereka.

Gambar bisnis WINS
Gambar 2. Bisnis-bisnis WINS

Nah, dari segi pendapatan, bisnis WINS mencetak uang dari dua segmen:

Sumber pendapatan WINS
Gambar 3. Sumber pendapatan WINS

Dari sana tidak ada pelanggan yang kontribusinya melebihi dari 10% atas keseluruhan pendapatan WINS.

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk WINS di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan WINS dari 2012 – Kuartal 1 Tahun 2022 (yang disetahunkan). Berikut performa bisnis mereka selama 11 tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: -6.16% per tahun. Rata-rata ini minus karena pendapatan yang berfluktuasi.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) rata-rata: -141.7% per tahun! Jelek sekali.
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: -16.5% per tahun. Jelek sekali memang, tetapi ini karena perusahaan ini sering merugi secara akuntansi.
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata USD 5.2 Juta per tahun. Total FCF selama 11 tahun terakhir di USD 57.5 Juta. Jadi WINS ini rugi secara akuntansi, tapi sebenarnya uang kas yang dihasilkan sangat sehat.
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 1x. Tapi, secara median angka ini ada di 0.55x. Jadi rata-rata yang tidak kurang dari 1x hanya karena fluktuasi yang tinggi.
  6. FCF/Equity ratio (rasio FCF dibandingkan modal) rata-rata: 0.02x (atau FCF yang dihasilkan dari modal sebanyak 2%).
  7. FCF/Revenue ratio (rasio FCF dibandingkan pendapatan) rata-rata: 0.07x (atau FCF yang dihasilkan dari pendapatan sebanyak 7%).
  8. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: cukup stabil dengan rata-rata 0.87x per tahun.
  9. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: -3.5% per tahun. Angka yang sangat rendah ini karena WINS sering rugi secara akuntansi.
  10. Debt equity ratio (ratio hutang dibanding modal) rata-rata: 0.66x per tahun. Rendah!
  11. Current ratio (rasio aset lancar dibanding kewajiban lancar) rata-rata: 1x. Cukup likuid!

  12. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 8.1x. Dan saat saya melakukan Research ini di bulan Agustus 2022, PER WINS minus di -6.54x. PER yang minus tidak bisa digunakan untuk valuasi.

  13. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 0.47x. Tapi, PBV WINS saat ini ada di 0.37x. Berarti hampir 29% lebih MURAH dari PBV historisnya.

Meski demikian, dengan PBV rata-rata industri saat ini ada di 1.15x, berarti PBV WINS saat ini 212% lebih MURAH dari rata-rata industrinya.

Invest di saham WINS?

Secara valuasi PER, saham WINS memang tidak bisa divaluasi menggunakan metode ini. Tapi secara PBV, saham WINS terlihat sedang murah (paling tidak saat saya valuasi di pertengahan bulan Agustus 2022 ini).

Tadi di atas berkali-kali saya bilang kalau WINS, sama seperti MBSS, merupakan perusahaan yang sering merugi secara akuntansi. Apa maksudnya? Jadi, WINS, dan MBSS, merupakan perusahaan pelayaran yang melakukan pembelian aset tetap yang mahal (kapal laut, dll). Nah, aset tetap ini secara akuntansi nilainya harus disusutkan (“depresiasi”), yang dimana itu akan mengurangi angka dari laba. Jadi labanya akan sering minus. Meski demikian, sebenarnya secara cash flow mereka sehat, bisa “mencetak” uang kas yang banyak.

Nah, seperti biasa, saya selalu mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi saat saya melakukan Research, untuk melihat siapa tahu masih ada “harta karun tersembunyi” di tiap perusahaan yang saya analisa.

Dan untuk ini, ada beberapa hal di bawah yang saya dapat:

  1. Current Assets (aset lancar) WINS ada di IDR 497,724,280,380, dan kapitalisasi pasar WINS, saat thesis ini ditulis, ada di IDR 795,333,931,431. Itu setara dengan 63% dari kapitalisasi pasarnya. Cukup menarik!
  2. Cash + Aset Tetap WINS ada di IDR 2,013,299,933,130. Itu berarti 253% dari kapitalisasi pasarnya. Sangat menarik!
  3. Total asset dikurangi Goodwill (aset tak berwujud) WINS ada di IDR 2,759,136,856,335. Itu berarti 347% dari kapitalisasi pasarnya! WINS adalah perusahaan yang likuid.
  4. Revenue / Market Cap Ratio (perbandingan pendapatan dengan kapitalisasi pasar) WINS rata-rata: 1.12x. Artinya secara rata-rata, pendapatan WINS bisa 1.12x lebih besar dari kapitalisasi pasarnya.
  5. Secara Enterprise Value (nilai perusahaan secara nyata, dibandingkan dengan kapitalisasi pasarnya saja. Rumusnya: kapitalisasi pasar + hutang bersih (total liabilitas – uang kas) + saham preferen dalam rupiah + kepemilikan minoritas dalam rupiah), WINS bernilai di IDR 1,644,079,648,776. Itu setara dengan IDR 378 / lembar sahamnya, atau hampir 107% lebih MURAH dari harga sahamnya sekarang.

Nah, cukup banyak “harta karun”nya ya? Lalu, analisa DCF untuk saham ini bagaimana?

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Gambar hasil valuasi saham WINS. Dengan fair value di IDR 156 per lembar, di harga saham WINS saat post ini ditulis sebesar IDR 183 per lembar, tidak ada margin of safety disini! Bahkan dengan dikurangi seluruh hutangnya, harga wajar WINS hanya menjadi IDR 19 per lembar!
Gambar 4. Hasil valuasi DCF untuk saham WINS
  1. Cukup susah untuk melakukan valuasi saham WINS ini secara DCF karena laba yang sering negatif. Jadi saya menggunakan FCF/Revenue bukan FCF/Net Profit.
  2. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2017 – 2021 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2022 – 2025.
  3. Untuk FCF/Revenue – Expected, saya pakai 7.46%. Yaitu, angka FCF/Revenue rata-rata dari tahun 2012 – 2022 (yang disetahunkan).
  4. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 7.5%. Itu saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya tambah 0.5% untuk lebih konservatif.
  5. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 2.5% saja. Angka yang lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, atau sekitar 5.7%.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), adalah nilai kumulatif FCF milik WINS dari akhir 2022 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 679.7 Miliar. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan.

Nilai IDR 679.7 Miliar itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham WINS yang beredar saat ini di 4.3 miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 156.

Saat research atas saham ini dilakukan di Agustus 2022, harga per lembar saham WINS adalah IDR 183, atau 17% lebih MAHAL dari nilai intrinsiknya.

Dan, setelah dikurangi hutang-hurangnya, nilai intrinsik per lembar saham WINS hanya menjadi IDR 19, atau malah 876% lebih MAHAL dari nilai intrinsiknya.

Lalu, kesimpulannya?

Kesimpulan

Oke, invest di WINS, kah, kita?

Secara PBV, saham ini menarik sebenarnya. Tapi karena PER-nya negatif, jadi kita tidak bisa menilai saham ini menggunakan PER.

Secara DCF, margin of safety di saham WINS saat ini sangat kurang menarik, ini menunjukkan kalau harga saham WINS saat ini dijual di atas harga wajarnya. Memang hutang yang banyak membuatnya lebih kurang menarik, tapi di industri ini hutang yang banyak itu biasa, asalkan perusahaannya likuid. Dan WINS adalah perusahaan yang likuid.

Memang “harta karun” di dalam WINS banyak sekali yang menunjukkan kalau sahamnya sedang “undervalued”. Tapi, laba WINS yang sering negatif berarti mereka tidak perlu membayarkan dividen. Kalau tidak bisa bayar dividen, plus laba yang sering negatif berarti ROE akan sering negatif juga, mungkin harga saham ini akan susah untuk naik. Secara psikologis para investor ritel pasti akan berpikir: “buat apa investasi di perusahaan yang imbal hasilnya negatif??”. Iya, gak?

Meski demikian, WINS adalah perusahaan yang sehat dan mampu mencetak uang kas yang banyak. Bila kita menggunakan metode valuasi Enterprise Value (EV) / Market Cap, kita akan mendapatkan kalau harga saham WINS saat ini hampir 107% lebih murah dibandingkan harganya secara EV (IDR 378/lembar vs. IDR 183/lembar, saat riset ini saya lakukan di pertengahan bulan Agustus 2022).

Nah, tapi, menurut saya untuk fair value mereka bisa terealisasi, mungkin perusahaan mereka harus dijual terlebih dahulu. Seperti saat MBSS diakuisisi oleh PT Galley Adhika Arnawama, dalam 5/6 bulan ke depan harga sahamnya naik hampir 85% dari IDR 840/lembar ke IDR 1,550/lembar, jauh di atas fair value MBSS secara EV di IDR 914/lembar saat itu. Atau, WINS harus mulai memberikan dividen ke para pemegang sahamnya.

Kalau kita mau berinvestasi di WINS, pastinya kita harus sabar menunggu sebelum hal-hal demikian terealisasi.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham DGNS ini. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini dan/atau kunjungi laman Karyakarsa saya untuk kasih tip/beli thesis investasi (analisa investasi secara detil) yang saya buat disana…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Kasih tip / beli thesis investasi buatan Stoxets.com

Kunjungi laman Karyakarsa Stoxets.com

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

2 thoughts on “WINS: Analisa Fundamental PT Wintermar Offshore Marine Tbk.”

  1. “Meski demikian, WINS adalah perusahaan yang sehat dan mampu mencetak uang kas yang banyak. Bila kita menggunakan metode valuasi Enterprise Value (EV) / Market Cap, kita akan mendapatkan kalau harga saham WINS saat ini hampir 107% lebih murah dibandingkan harganya secara EV (IDR 378/lembar vs. IDR 183/lembar, saat riset ini saya lakukan di pertengahan bulan Agustus 2022).”

    Bukannya ini berarti wins lebih mahal pak karena EV lebih tinggi dari MC?

    Karena EV adalah harga sesungguhnya yg kita bayar sedangkan MC adalah harga yg ada di pasar.

    Jika kita harus bayar 2000 untuk barang yg harganya 1000, bukannya ini artinya kita bayar lebih mahal pak?

    Terima kasih, tolong bantu diluruskan jika saya salah pak.

    1. Hai Ivan,
      Terima kasih sudah berkunjung ke Stoxets.com.

      Pertanyaan yang bagus. Sebenarnya memang EV/Market Cap tidak bisa dipakai sendiri, baik dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
      Tapi untuk artikel ini, saya tidak membandingkan WINS dengan perusahaan lain yang sejenis. Karena konteksnya disini adalah saat suatu perusahaan mau diakuisisi oleh perusahaan lain, mereka tidak akan pakai harga MC saja. Kalau kita, investor ritel, mau beli saham, cukup pakai MC. Tapi untuk perusahaan B mau mengakuisisi perusahaan A, mereka akan melakukan valuasi dengan EC karena disana hutang dan uang kas yang tersedia dihitung juga.

      Nah, bila perusahaan B mau mengakuisisi WINS misalnya, harga yang mereka beli paling tidak IDR 378/lembar, kan? Berarti harga MC di IDR 183/lembar terlalu rendah bukan? Jadi saat perusahaan B mau akuisisi WINS, harga MC-nya akan naik juga karena harga yang mereka beli di atas harga MC sekarang, kan? Itu maksud saya.

      Semoga menjawab, ya.
      Sering-sering berkunjung ke blog Stoxets.com ini ya! Terima kasih.

      Salam investasi,
      ETS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)