Beating the Street – Review Buku

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com ini. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ini. Kali ini saya ingin mengulas buku Peter Lynch lagi yang berjudul ‘Beating the Street’, setelah beberapa minggu lalu kita mengulas bukunya yang berjudul ‘One Up on Wall Street’.

Buku Beating the Street ini merupakan buku ketiga tulisan Peter Lynch dan bisa dibilang merupakan lanjutan dari One Up on Wall Street. Jadi Peter Lynch, dan John Rothchild, menulis tiga buku: Learn to Earn, One Up on Wall Street, dan Beating the Street ini.

Saya membeli buku ini dalam edisi ebook, tepatnya versi Amazon Kindle eBooks. Waktu itu saya membelinya seharga USD 8.92, kalau dalam Rupiah (dengan kurs saat itu) di IDR 129,340. Saya ingat di Google Play saat itu harganya di kisaran IDR 160,000, jadinya saya beli di Amazon saja. Di Tokopedia juga ada yang jual versi cetaknya, kok.

Gambar sampul depan buku ‘Beating the Street’
Gambar 1. Sampul depan buku ‘Beating the Street’ (Sumber)

Oke, mari kita ulas buku ini.

Pengarang Buku Beating the Street

Seperti saya sebutkan di atas, pengarang buku adalah Peter Lynch dan John Rothchild. Saya sudah sempat membahas mengenai mereka di post mengenati ulasan buku One Up on Wall Street saya.

Sedikit mengulang, Peter Lynch adalah investor legendaris dari Amerika yang menjadi mutual fund manager (“manajer investasi reksa dana”) paling sukses dalam sejarah Amerika. Reksa dana yang dia kelola antara tahun 1977 – 1990, ‘Magellan Fund’ milik manajer investasi Fidelity Investments’, tumbuh sebesar 29.2% per tahun selama 13 tahun berturut-turut! Ini merupakan performa reksa dana terbaik di dunia, minimal sampai saat itu.

Kalau kalian nonton video-video mengenai investasi atau membaca artikel-artikel mengenai investasi dan kalian menemukan istilah “two bagger” atau “four bagger” atau “a hundred bagger”, apapun angkanya, kalau ada istilah “bagger”, istilah itu dari Peter Lynch yang berarti “beberapa kali lipat”. Jadi “two bagger” artinya “dua kali lipat”.

Sedangkan John Rothchild adalah seorang penulis buku dan majalah yang berspesialisasi di topik-topik finansial dan investasi. Semua buku yang ditulis Peter Lynch, yang semuanya sudah saya baca dan akan saya review dalam waktu dekat ini, ditulis bersama John Rothchild.

Isi Buku Beating the Street

Seperti saya sudah bilang di awal, Peter Lynch dan John Rothchild menulis tiga judul buku: Learn to Earn, One Up on Wall Street, dan Beating the Street.

Learn to Earn adalah buku yang ditujukan bagi anak-anak SMP / SMA yang menjelaskan mengenai sejarah dan konsep-konsep dasar saham. One Up on Wall Street, yang sudah kita bahas, adalah buku yang menjelaskan mengenai konsep-konsep, teori-teori, dan metode-metode investasi Peter Lynch. Sedangkan buku Beating the Street ini memberikan contoh-contoh pengaplikasian dari teori-teori yang dibahas di buku One Up on Wall Street.

Buku Beating the Street ini memiliki 384 halaman dan dalam 21 bab. Buku ini dimulai dengan cerita mengenai ‘The Miracle of St. Agnes’ (‘Mukjizat Santa Agnes’), sebuah sekolah SMP Katolik di kota tempat tinggal Peter Lynch yang mengadakan kompetisi memilih saham untuk “pura-pura” diinvestasikan murid-murid di sana di tahun 1990. Saham-saham yang dipilih anak-anak SMP ini, dalam dua tahun, berhasil mengalahkan “naik” 70%! Jauh mengalahkan indeks S&P 500 (indeks utama Bursa Saham New York, seperti IHSG, lah) yang hanya naik 26%. Angka 70% ini mengalahkan 99% reksa dana saham di pasar saham Amerika.

Lalu buku ini juga menceritakan tahun-tahun Peter Lynch saat mengelola produk reksa dana Magellan Fund, dari produk ini masih kecil sampai menjadi produk reksa dana dengan performa terbaik di dunia saat itu.

Buku ini juga memberikan kisah-kisah sukses, dan kisah-kisah kegagalan, Peter Lynch dalam investasi-investasi beliau. Bab terakhir buku ini mengenai pentingnya dalam kita mengecek portfolio saham kita secara keseluruhan setiap enam bulan sekali, meskipun kita merupakan investor untuk jangka panjang.

Nah, terakhir, buku ini ditutup dengan ’25 Aturan Emas’ (’25 Golden Rules’), yaitu pelajaran-pelajaran penting dari pengalaman berinvestasi selama dua puluh tahun Peter Lynch, yang akan saya sebutkan satu per satu di bawah ini:

25 Golden Rules

  • Investasi itu menyenangkan, seru, dan bahaya bila kamu tidak mau riset sendiri.
  • Keunggulan kamu dalam berinvestasi sudah ada dalam diri kamu sendiri, bukan para “ahli”, bila kamu berinvestasi di perusahaan/industri yang kamu sudah pahami.
  • Pasar saham “dikuasai” para “bandar”. Kamu bisa mengalahkan performa mereka bila kamu tidak hiraukan mereka.
  • Dalam setiap lembar saham ada sebuah perusahaan. Cari tahu bagaimana performa bisnis mereka.
  • Terkadang tidak ada hubungan antara performa bisnis suatu perusahaan dengan pergerakan harga sahamnya. Tapi dalam jangka panjang, 100% harga saham ditentukan oleh performa bisnisnya.
  • Kamu harus tahu apa yang kamu beli dan mengapa kamu mau beli saham tersebut.
  • Kalau kemungkinannya kecil, hampir pasti tidak akan terjadi.
  • Jangan membeli saham terlalu banyak, 5 perusahaan sudah cukup.
  • Kalau tidak ada saham yang bagus, simpan dulu uang kamu sampai ketemu yang bagus.
  • Jangan pernah berinvestasi di sebuah perusahaan tanpa mengerti kondisi keuangan mereka, terutama neraca keuangannya.
  • Hindari industri yang sedang terlalu popular.
  • Untuk perusahaan-perusahan kecil, tunggu hingga mereka bisa mencetak laba.
  • Bila kamu ingin berinvetasi di perusahaan dalam sebuah industri yang sedang bermasalah, beli saham perusahaan yang likuid.
  • Kalau kamu invetasi USD 1,000, kamu bisa kehilangan USD 1,000. Tapi uang kamu juga bisa tumbuh menjadi USD 10,000 atau USD 50,000 kalau kamu sabar dan konsentrasikan uang kamu di beberapa saham saja.
  • Di setiap industri kamu bisa menemukan perusahaan-perusahaan bagus, jauh sebelum ditemukan para “bandar”.
  • Bear market”, atau turunnya indeks saham, adalah hal yang biasa.
  • Semua orang memiliki otak untuk berinvestasi di pasar saham. Tapi tidak semua orang memiliki perut untuk berinvestasi di pasar saham.
  • Jual saham bila fundamentalnya berubah, bukan karena “harga sedang turun”.
  • Tidak ada yang bisa memprediksi tingkat suku bunga.
  • Banyak hal-hal menarik yang kamu dapatkan saat mempelajari perusahaan-perusahaan berbeda.
  • Kalau kamu tidak pelajari perusahaannya, kamu seperti main poker tanpa melihat kartunya.
  • Waktu ada di pihak kamu bila kamu berinvestasi di perusahaan yang bagus.
  • Kalau kamu ingin berinvestasi di saham, tapi malas untuk mempelajari keuangan perusahaannya, berinvestasi saja di produk reksa dana saham yang berbeda-beda.
  • Kamu bisa berinvestasi di pasar saham negara lain yang pertumbuhan ekonominya lebih tinggi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.
  • Dalam jangka panjang, portfolio saham dan/atau reksa dana saham akan mengalahkan obligasi.

Pendapat saya mengenai buku ini

Cukup bagus.

Menurut saya buku ini tidak sebagus One Up on Wall Street. Karena, meski sangat informatif, Beating the Street lebih spesifik dalam contoh-contohnya. Sedangkan One Up lebih memberikan konsep-konsep atau metode-metode umum, yang berarti bisa kita aplikasikan juga di pasar saham Indonesia.

Sebagai contoh, dalam buku Beating the Street, Peter memberikan contoh dia berinvestasi di perusahaan energi nuklir. Agak susah membayangkannya untuk Indonesia, yah…hehehe. Tapi mungkin konsep dasarnya bisa diaplikasikan di perusahaan-perusahaan dalam industri energi apapun, sih.

Selain itu, sayangnya, buku ini tidak memiliki versi Bahasa Indonesia, hanya Inggris saja. Makanya saya membelinya dari Amazon Kindle eBook. Bila mau versi cetak, bisa beli di Tokopedia (Bahasa Inggris juga tapi).

Nah, karena hal-hal di atas, saya merekomendasikan buku ini, bagi yang bisa Bahasa Inggris pastinya, dan memberinya 4 / 5 bintang!

Oke! Mungkin itu dulu yang bisa saya share mengenai buku Beating the Street ini. Semoga membantu kalian dalam memilih. Sampai jumpa di post berikutnya dan bila ada saran/pertanyaan, silahkan berikan komentar di bawah atau hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)