ROIC Adalah

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com. Kali ini saya ingin membahas mengenai salah satu rasio penting dalam metode value investing, tepatnya dalam pendekatan analisa fundamental, yaitu rasio yang disingkat sebagai ROIC. Apa itu ROIC? ROIC adalah singkatan dari “Return on Invested Capital”, atau “Imbal Hasil dari Uang Kas yang Diinvestasikan”.

Saya sudah pernah menyinggung mengenai rasio ROIC ini di post saya sebelumnya saat saya membahas analisa fundamental saham SMSM (Selamat Sempurna Tbk.), jadi post kali ini mungkin tidak akan terlalu panjang karena saya hanya ingin membahas rasio itu sedikit lebih dalam saja.

Sebelum kita bahas rasio ROIC ini lebih lanjut, saya sebutkan lagi kalau saya akan menganalisa saham menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar, seperti PER dan PBV, dan metode valuasi yang lebih mendalam, seperti Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan bahwa analisa saham saya bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000, bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5, bukan 1,5, dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR, bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita bahas ROIC lebih lanjut.

ROIC adalah…

Apa itu ROIC? Sekali lagi, ROIC adalah singkatan dari “Return on Invested Capital”, atau “Imbal Hasil dari Uang Kas yang Diinvestasikan”. Jadi ROIC itu mirip dengan rasio ROE (“Return on Equity”, atau “Imbal Hasil dari Ekuitas”. Ekuitas berarti modal kerja), tapi kalau ROE itu hanya menghitung modal kerja (“ekuitas”) saja, ROIC menghitung bunga dari dana pinjaman dari pihak ketiga (bank misalnya) dan pajak penghasilan juga. Jadi, ROIC bisa dibilang varian lebih komprehensif dari ROE.

Rumus ROIC

Rumus ROIC adalah sebagai berikut:

ROIC = NOPAT (“Net Operating Profit After Tax“) / Invested Capital

Rumus NOPAT, atau “Laba dari Aktifitas Operasi Bisnis Setelah Pajak” = Laba dari Aktifitas Operasi Bisnis (atau “Laba Usaha” biasanya) x (1 – persentase pajak).

Rumus persentase pajak =  Beban Pajak Penghasilan / Laba Sebelum Pajak Penghasilan.

Sedangkan, rumus Invested Capital (“modal kerja yang diinvestasikan”) = Ekuitas + Hutang Berbunga.
(“Kok ‘hutang berbunga’? Memang semua hutang, kan, berbunga??” Tidak selalu, terkadang bilang pinjaman dilakukan ke, misalnya, anak perusahaan atau perusahaan terkadang tidak dibebankan bunga. Jadi yang bukan bunga bank juga dihitung.).

Contoh rumus ROIC

Mari kita pakai saham SMSM (Selamat Sempurna Tbk.) sebagai contoh, karena ini baru kita bahas sebelum ini. Dan ini saya ambil dari Laporan Tahunan SMSM tahun 2020 dimana saya mendapatkan angka ROIC SMSM untuk tahun 2020 adalah 20.12%.

Gambar laporan laba rugi SMSM. ROIC adalah perbandingan modal kerja yang sudah ditambah hutang dengan laba setelah pajak. Jadi laporan laba rugi wajib dibaca.
Gambar 1. Laporan Laba Rugi SMSM

Tadi saya sebutkan, rumus ROIC adalah:

ROIC = NOPAT (“Net Operating Profit After Tax“) / Invested Capital

Dan, rumus NOPAT, atau “Laba dari Aktifitas Operasi Bisnis Setelah Pajak” adalah = Laba dari Aktifitas Operasi Bisnis (atau “Laba Usaha” biasanya) x (1 – persentase pajak). Atau NOPAT = A x (1 – (B/C)).

 Berarti: NOPAT = 693,444,000,000 x (1 – (145,152,000,000/684,268,000,000)) = 693,444,000,000 x (1 – 21.21%) = 546,345,518,866.

Oke, sekarang kita sudah dapat angka NOPAT.

Gambar laporan ekuitas SMSM. ROIC adalah perbandingan modal kerja yang sudah ditambah hutang dengan laba setelah pajak. Jadi laporan ekuitas wajib dibaca.
Gambar 2. Ekuitas SMSM
Gambar laporan posisi keuangan (financial statement) SMSM. ROIC adalah perbandingan modal kerja yang sudah ditambah hutang dengan laba setelah pajak. Jadi laporan ini wajib dibaca.
Gambar 3. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Financial Statement) SMSM

Gambar 2 & 3. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Financial Statement) SMSM

Lalu, kembali lagi kalau rumus ROIC adalah:

ROIC = NOPAT (“Net Operating Profit After Tax“) / Invested Capital

Jadi, ROIC = 546,345,518,866 / Invested Capital (“modal kerja yang diinvestasikan”).

Dan rumus Invested Capital = Ekuitas + Hutang Berbunga. Atau Invested Capital = D + E = 2,648,510,000 + E.

Bagaimana kita bisa tahu mana-mana saja dari seluruh angka-angka liabilitas yang berbunga? Kita harus cari tahu di bagian catatannya (huruf F) untuk tahu persis mana saja yang dikenakan bunga.

Coba lihat contoh di bawah saat saya lihat Catatan 22 untuk bagian Utang Sewa Beli.

Gambar contoh keterangan bunga dalam bagian utang sewa beli dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Financial Statement) SMSM.
Gambar 4. Contoh keterangan bunga dalam bagian utang sewa beli

Balik lagi, Invested Capital = Ekuitas + Hutang Berbunga = D + E = 2,648,510,000 + E. Kalau semua dari bagian E kita jumlahkan, kita dapat angka 66,456,000,000. Jadi Invested Capital = Ekuitas + Hutang Berbunga = 2,648,510,000 + 66,456,000,000 = 2,714,966,000,000.

Nah, kembali lagi, rumus mencari ROIC adalah:

ROIC = NOPAT (“Net Operating Profit After Tax“) / Invested Capital

Jadi, ROIC SMSM tahun 2020 = 546,345,518,866 / 2,714,966,000,000 = 20.12%.

Apakah ROIC adalah rasio yang penting?

Sebelumnya, baguskah angka ROIC 20.12%? Kurang lebih sama seperti ROE, lebih besar itu lebih baik. Tapi kita harus bandingkan dengan ROIC perusahaan lain di industri yang sama atau/dan dengan ROIC SMSM di tahun-tahun sebelumnya. Waktu itu saya sudah sebutkan, ROIC SMSM di tahun 2019 (sebelum pandemi) adalah 25.33% dan proyeksi ROIC SMSM di tahun 2021 kemarin adalah 22.69%. Itu angka-angka sehat!

Lalu, apakah ROIC adalah rasio yang penting? Charlie Munger, sahabat dan rekan kerja Warren Buffett – Investor fundamental nomor satu dunia, bilang ini rasio penting. Dia bilang:

Over the long term, it’s hard for a stock to earn a much better return that the business which underlies it earns. If the business earns six percent on capital over forty years and you hold it for that forty years, you’re not going to make much different than a six percent return – even if you originally buy it at a huge discount. Conversely, if a business earns eighteen percent on capital over twenty or thirty years, even if you pay an expensive looking price, you’ll end up with one hell of a result.

Charlie Munger

Yang intinya kurang lebih: “Dalam jangka panjang, akan susah bagi saham untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik dari yang dihasilkan bisnis itu sendiri. Kalau bisnis itu menghasilkan 6% dari modal dalam 40 tahun, dan kamu tahan selama 40 tahun, imbal hasilnya (dari kenaikan harga saham) akan sekitar 6% – bahkan bila kamu beli di harga yang sangat murah. Kebalikannya, bila bisnis itu menghasilkan 18% dari modal selama 20 – 30 tahun, bahkan bila kamu beli di harga yang agak mahal, hasil yang kamu dapatkan akan luar biasa”.

Menarik, kan? Tapi, apa benar pendapat Charlie Munger?

Penutup dari post “ROIC adalah”

Benarkah pendapat Charlie Munger? Kalau kita lihat, harga saham SMSM naik 303% dalam 10 tahun terakhir. Itu berarti rata-rata 30.3% per tahun. Dengan rata-rata ROIC SMSM tiga tahun terakhir di 22.71% (saya rata-ratakan ROIC SMSM dari tahun 2019 – 2021), itu hasil yang luar biasa!

Gambar pergerakan harga saham SMSM sepuluh tahun terakhir yang naik 303% dalam 10 tahun terakhir. Atau 30.3% per tahun! Dengan ROIC SMSM rata-rata (untuk tiga tahun terakhir saja) di 22.71%, ini artinya ROIC adalah rasio yang penting!
Gambar 5. Pergerakan harga saham SMSM sepuluh tahun terakhir

Pastinya, seperti rasio-rasio lain, rasio ROIC tidak bisa dipakai sendiri. Harus dilihat rasio-rasio yang lain juga. Tapi yang jelas, ROIC adalah rasio penting yang, bagi saya pribadi, sangat bagus untuk dipakai dalam melihat bagusnya suatu bisnis atau tidak.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai rasio ROIC. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)