Saham SMSM: Analisa Fundamental Selamat Sempurna

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com. Kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham SMSM (PT Selamat Sempurna Tbk.), sebuah perusahaan raksasa Indonesia yang memproduksi suku cadang otomotif dan mesin-mesin industri.

Tahu produk-produk filter merek “Sakura”? Itu milik SMSM.

Gambar filter oli merek "Sakura" milik SMSM.
Gambar 1. Filter oli “Sakura” milik SMSM (Sumber)

Sama seperti TOWR (Sarana Menara Nusantara) dan POWR (Cikarang Listrindo), yang baru-baru ini sudah saya bahas, SMSM juga bukan merupakan bagian dari Seri Saham LQ45 blog ini – yang banyak saya sudah post, seperti PGAS (Perusahaan Gas Negara), ERAA (Erajaya Swasembada), BBTN (Bank BTN), TLKM (Telkom Indonesia), MEDC (Medco Energi Internasional), AKRA (AKR Corporindo), ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur), INKP (Indah Kiat Pulp & Paper), dan lain-lain.

Juga sepert TOWR, saya membahas SMSM karena ada salah satu pembaca blog Stoxets.com yang menanyakan pendapat saya mengenai saham ini.

Sebelum kita bahas saham SMSM ini lebih lanjut, saya sebutkan lagi kalau saya akan menganalisa saham ini menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar, seperti PER dan PBV, dan metode valuasi yang lebih mendalam, seperti Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000, bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5, bukan 1,5, dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR, bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita analisa saham ini!

Analisa saham SMSM

SMSM (PT Selamat Sempurna Tbk.) adalah perusahaan swasta Indonesia yang memproduksi filter, radiator, pendingin oli (oil coolers), kondensor (condensers), pipa rem (brake pipe), pipa bahan bakar (fuel pipes), tangki bahan bakar (fuel tanks), sistem pembuangan bahan bakar (exhaust systems), karoseri, dan lain-lain. Macam-macam produk onderdil untuk otomotif maupun mesin-mesin industri.

SMSM berdiri di tahun 1976 dan menjadi perusahaan publik di tahun 1996. Secara industri, saham SMSM masuk ke automobiles & components. Lalu, secara kepemilikan, berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal 3 Tahun 2021 SMSM, saham SMSM dibagi seperti berikut:

  • PT Adrindo Intiperkasa (ADR Group): 58.126%. Ini merupakan perusahaan induk dari SMSM.
  • Surja Hartono: 2.257%. Beliau adalah Komisaris Utama SMSM.
  • Eddy Hartono: 1.375%. Beliau merupakan Direktur Utama SMSM. Beliau adalah pendiri dari ADR Group.
  • Ang Andri Pribadi: 2.049%. Beliau adalah Direktur Finansial dari SMSM.
  • Djojo Hartono: 2.298%. Beliau merupakan Direktur Pemasaran dari SMSM.
  • Masyarakat: 33.895%.

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk SMSM di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan dan laporan keuangan SMSM dari tahun 2011 – kuartal 3 tahun 2021 (yang saya setahunkan). Berikut performa bisnis mereka sekitar 11 tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: 9.63% per tahun.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) rata-rata: 15.29% per tahun! Bagus!
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: 15.7% per tahun! Bagus!
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata IDR 393 Miliar per tahun. Total FCF selama 11 tahun terakhir di IDR 4.3 Triliun!
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 0.26x. Bagus!
  6. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: 0.7x per tahun.
  7. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 30.2% per tahun! Sangat bagus!
  8. Debt equity ratio (ratio hutang dibanding modal) rata-rata: 0.47x per tahun. Sangat sehat!
  9. Current ratio (rasio aset lancar dibanding kewajiban lancar) rata-rata: 3.3x! Bagus!

  10. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 13.07x. Saat saya melakukan Research ini di awal bulan Maret 2022, PER SMSM ada di 10.5x. 24% lebih murah dari rata-rata PER historisnya. Menarik.

Saat itu PER rata-rata industrinya juga ada di 20x, berarti PER SMSM 90% lebih murah dari PER industrinya! Menarik!

  1. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 3.96x. PBV mereka saat post ini saya tulis ada di 2.64x! 50% lebih murah dari PBV rata-rata historisnya! Menarik!

    Tapi, PBV rata-rata industrinya ada di 1.01x. Atau 62% lebih mahal dari PBV rata-rata industrinya.

Invest di saham SMSM?

Secara valuasi PER, saham SMSM amat menarik sekarang. PBV-nya juga cukup menarik. Performa bisnisnya sangat bagus, DER kecil dan ROE besar, SMSM adalah perusahaan yang sangat sehat.

Tapi, seperti biasa, saya selalu mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi saat saya melakukan Research, untuk melihat siapa tahu masih ada “harta karun tersembunyi” di tiap perusahaan yang saya analisa.

Dan untuk ini, ada beberapa hal di bawah yang saya dapat:

  1. Saat post ini ditulis, total kapitalisasi pasar SMSM ada di IDR 7.57 Triliun. Total aset mereka saat ini ada di IDR 3.85 Triliun. Atau sekitar 51% dari kapitalisasi pasarnya. Cukup bagus, tapi harga ini tidak “berteriak” kata “muraaaah!” juga, sih.
  2. Proyeksi pendapatan SMSM di tahun 2021 adalah IDR 4 Triliun. Kalau benar segitu, itu merupakan 53% dari kapitalisasi pasarnya.

Cukup menarik, meski tidak terlalu spesial, sih. Tapi ada satu hal yang spesial yang saya temukan:

  1. Saya ada rasio valuasi yang baru saja saya pelajari, yaitu ROIC (“Return on Invested Capital”; atau “Imbal Hasil dari Uang Kas yang Diinvestasikan”). Apa bedanya dari ROE? Saya jelaskan sedikit. Jadi, ROE itu hanya menghitung modal kerja (“ekuitas”). Aset total dikurangi hutang total, itulah ekuitas. Jadi ROE saja kurang lengkap sebenarnya, karena itu tidak menghitung bunga dari dana pinjaman dari pihak ketiga (bank misalnya) dan pajak penghasilan.

    Nah, proyeksi ROIC dari SMSM untuk tahun 2021, adalah 22.69%. Bagus, kah, itu? Sama seperti rasio-rasio lain, ini harus dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Tapi yang jelas, di atas 15% amat sangat bagus. Saat awal pandemi (tahun 2020), ROIC SMSM di 20.12%. Tahun 2019, ROIC SMSM di 25.33%! Amat sangat bagus!

    Saya akan bahas ROIC lebih lanjut di post selanjutnya. Karena Charlie Munger, sahabat dan rekan kerja Warren Buffett – investor fundamental nomor satu dunia, bilang ini rasio yang penting.

Lalu, analisa DCF-nya bagaimana?

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham SMSM:

Gambar hasil valuasi saham SMSM. Dengan fair value di IDR 2,127 per lembar, di harga saham SMSM saat post ini ditulis sebesar IDR 1,315 per lembar, ada margin of safety sebesar 61.78%! Bahkan dengan dikurangi seluruh hutangnya, masih ada margin 32.76%, di harga wajar IDR 1,956 per lembar!
Gambar 2. Hasil valuasi DCF untuk saham SMSM
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2016 – 2020 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2021 – 2024.
  2. Untuk FCF/Net Profit – Expected, saya pakai 83.7%. Yaitu, angka FCF/Net Profit rata-rata selama 11 tahun kebelakang, dari tahun 2011 – 2021.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 8%. Itu saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya tambah 1% untuk lebih konservatif.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 3% saja. Angka yang lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, atau sekitar 5.7%.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), adalah nilai kumulatif FCF milik SMSM dari akhir 2021 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 12.25 Triliun. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan.

Nilai IDR 12.25 Triliun itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham SMSM yang beredar saat ini di 5.7 miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 2,127.

Saat research atas saham ini dilakukan di awal Maret 2022, harga per lembar saham SMSM adalah IDR 1,315. 61.78% lebih MURAH dari nilai intrinsiknya!

Bahkan kalau dikurangi hutang-hurangnya, nilai intrinsik per lembar saham SMSM menjadi IDR 1,956, atau masih 32.76% lebih MURAH dari nilai intrinsiknya! Menarik!

Ada margin of safety di saham SMSM saat in yang besar, yang menunjukan kalau harga saham SMSM saat ini dijual di bawah harga wajarnya.

Kesimpulan

Oke, invest di SMSM, kah, kita? Untuk saya, jawabannya, iya!

Seperti saya bilang beberapa minggu lalu, karena saya menjual kepemilikan saya di saham ITMG (Indo Tambangraya Megah), saya lagi mencari saham bagus apa yang bisa saya investasikan dalam waktu dekat ini. Nah, saham SMSM ini akan menjadi salah satu “finalis” dari saham-saham yang mau saya investasikan. Tunggu saja update dari saya, ya.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham SMSM ini. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

2 thoughts on “Saham SMSM: Analisa Fundamental Selamat Sempurna”

  1. bang tolong analisakan secara fundamental saham pt neraca wilmar indonesia bang (Ceka) karena sawit sedang naik daun bang,terima kasih sebelumnya bang

  2. Bang, saya masih baru di value investing
    Minta tolong ulas PTRO (petrosea) salah satu koleksi pak LKH
    Kalau dari riset sendiri masih ada harta karun, tapi NI growth g begitu wah
    Kalau dari riset abang bagaimana?
    Saya tunggu Bang ulasannya
    Mksih bnyak bang

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)