POWR: Analisa Fundamental Saham Cikarang Listrindo

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com. Kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham POWR (PT Cikarang Listrindo Tbk.), sebuah perusahaan penyedia tenaga listrik swasta Indonesia.

Berbeda dengan PGAS (Perusahaan Gas Negara), ERAA (Erajaya Swasembada), BBTN (Bank BTN), TLKM (Telkom Indonesia), MEDC (Medco Energi Internasional), AKRA (AKR Corporindo), ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur), INKP (Indah Kiat Pulp & Paper), dan lain-lain, POWR bukan merupakan bagian dari Seri Saham LQ45 blog ini. Yah, karena memang POWR bukan dari indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia. Saya membahas POWR karena ada salah satu pembaca blog Stoxets.com ini yang menanyakan pendapat saya mengenai saham ini.

Gambar logo POWR.
Gambar 1. Logo POWR (Sumber)

Sebelum kita bahas saham POWR ini lebih lanjut, saya sebutkan lagi kalau saya akan menganalisa saham ini menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar, seperti PER dan PBV, dan metode valuasi yang lebih mendalam, seperti Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000, bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5, bukan 1,5, dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR, bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita analisa saham ini!

Analisa saham POWR

POWR (PT Cikarang Listrindo Tbk.) adalah perusahaan penyedia tenaga listrik swasta Indonesia yang merupakan pionir dalam memasok listrik ke wilayah industri sebagai perusahaan swasta dan didirikan oleh Pak  Sutanto Joso. POWR berdiri di tahun 1992, tapi resmi beroperasi di tahun 1993, setelah mendapatkan izin untuk memasok listrik ke lima kawasan industri di wilayah Cikarang, Jawa Barat, secara eksklusif. Izin tersebut diperbarui di tahun 2006 untuk memasok listrik kepada publik selama 30 tahun ke depan. POWR terus berkembang hingga memiliki 3 pembangkit listrik bertenaga gas, uap, dan batu bara di Kawasan Industri Jababeka, Kota Industri MM-2100, dan Babelan. Tiga-tiganya memasok listrik ke lima kawasan industri: Kawasan Industri Jababeka, Kota Industri MM-2100, East Jakarta Industrial Park, Hyundai Inti Development, dan Lippo Cikarang.

POWR menjadi perusahaan publik (IPO) di tahun 2016 dan secara industri masuk ke utilities. Secara kepemilikan, berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal 3 Tahun 2021 POWR, saham mereka dibagi seperti berikut: 31.12% dimiliki oleh PT Udinda Wahanatama (perusahaan holding milik Pak Sutanto Joso juga – beliau juga merupakan pendiri dari 99 Ranch Market dan Hoka-Hoka Bento, loh!), 27.19% oleh PT Brasali Industri Pratama (Direktur Utamanya adalah Komisaris di POWR, Pak Iwan Putra Brasali), 27.19% oleh  PT Pentakencana Pakarperdana (Salah satu Direkturnya juga adalah Komisaris di POWR, Pak Fenza Sofyan), 1.11% oleh Png Ewe Chai (Wakil Direktur Utama POWR), 0.18% oleh Matius Sugiaman (Direktur POWR), 0.08% oleh Andrew K. Labbaika (Direktur Utama POWR), 0.07% oleh Pak Sutanto Joso, dan 13.06% oleh masyarakat.

Oke, bagaimana dengan komposisi bisnis-bisnis mereka? Mari kita lihat.

Bisnis

Kalau dari segi pendapatan, berdasarkan Laporan Tahunan 2020 POWR (karena yang tahun 2021 belum ada yang untuk setahun penuh), bisnis-bisnis mereka secara sederhana dibagi dua saja:

  • Menjual listrik ke kawasan industri

Bisnis ini menyumbang 81.74% dari total pendapatan perusahaan di tahun 2020.

  • Menjual listrik ke PLN (PT Perusahaan Listrik Negara (Persero))

Bisnis ini berkontribusi 18.25% dari total pendapatan mereka di tahun 2020.

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk POWR di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan dan laporan keuangan POWR dari tahun 2014 – kuartal 3 tahun 2021 (yang saya setahunkan). Kurs yang dipakai adalah USD. Berikut performa bisnis mereka sekitar 8 tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) median: 1% per tahun.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) median: 3.29% per tahun. (Angka median digunakan karena fluktuasi yang tajam, jadi memberikan angka rata-rata yang “ekstrim”, terlalu tinggi atau terlalu rendah).
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: 18.2% per tahun! Angka yang bagus.
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata USD 66.66 Juta per tahun. Total FCF selama 8 tahun terakhir di USD 533 Juta!
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 0.56x. Bagus!
  6. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: stabil di kisaran 0.68x per tahun. Bagus!
  7. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 17.7% per tahun.
  8. Debt equity ratio (ratio hutang dibanding modal) rata-rata: 1.3x per tahun. Memang tinggi, tapi tren tiap tahunnya menurun. Bahkan DER terakhir adalah 0.9x.
  9. Current ratio (rasio aset lancar dibanding kewajiban lancar) rata-rata: 5.38x! Sangat likuid!

  10. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 10.9x. Saat saya melakukan Research ini di akhir bulan Januari 2022, PER POWR ada di 9.1x! 18% lebih murah dari PER historisnya!

Saat itu PER rata-rata industrinya juga ada di 14x, 51% lebih murah dari PER industrinya! Menarik!

  1. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 1.86x. PBV mereka saat post ini saya tulis ada di 1x! 82% lebih murah dari PBV rata-rata historisnya!

    Tapi, PBV rata-rata industrinya ada di 0.7x. sekitar 32% lebih mahal dari PBV rata-rata industrinya.

Invest di saham POWR?

Secara valuasi PER, POWR cukup menarik. Secara PBV, saham ini lebih murah secara historis, tapi lebih mahal secara rata-rata industry. Performa bisnisnya cukup sehat, meski sebenarnya saya khawatir dengan DER yang tinggi, tapi trennya sendiri menurun dan bahkan sudah dibawah 1x sekarang. Lalu current ratio yang tinggi menunjukan ini adalah perusahaan yang likuid, jadi tidak perlu khawatir juga dengan DER yang tinggi.

Nah, seperti biasa, saya selalu mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi saat saya melakukan Research, untuk melihat siapa tahu masih ada “harta karun tersembunyi” di tiap perusahaan yang saya analisa.

Dan untuk ini, ada beberapa hal di bawah yang saya dapat:

  1. Saat post ini ditulis, total kapitalisasi pasar POWR ada di IDR 10 Triliun. Total aset mereka saat ini ada di IDR 19.6 Triliun. Atau 1.95x lebih tinggi dari kapitalisasi pasarnya! Masuk akal, kah??
  2. Current assets (“aset lancar”) perusahaan ini ada di IDR 7 Triliun. Itu 70% dari total kapitalisasi pasarnya.
  3. Jumlah uang tunai lancar + persediaan (saya hitung full karena siapa yang tidak butuh listrik, kan?) + ½ aset tetap (saya hitung sebagian saja supaya lebih konservatif) + dan ½ dari properti investasi mereka ada di IDR 11.95 Triliun. Berarti 1.19x lebih besar dari harga seluruh perusahaannya! Masuk akal?

Banyak yang menarik! Lalu, analisa DCF untuk saham ini bagaimana?

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Gambar hasil valuasi DCF untuk saham POWR. Harga wajar saham ini di IDR 927 per lembar. 32.5% lebih murah dari harga saat post ini ditulis di IDR 625 per lembar! Tapi, dikurangi hutang, harganya memberikan fair value di IDR 341 per lembar, atau menjadikan harganya 83.5% lebih mahal! Tidak ada margin of safety di harga POWR yang sekarang!
Gambar 2. Hasil valuasi DCF untuk saham POWR
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2017 – 2020 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2021 – 2024.
  2. Untuk FCF/Net Profit – Expected, saya pakai 79%. Yaitu, angka FCF/Net Profit rata-rata selama 8 tahun kebelakang, dari tahun 2011 – 2021.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 7.5%. Itu saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya tambah 0.5%.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 1% saja. Angka yang lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), adalah nilai kumulatif FCF milik POWR dari akhir 2021 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 14.9 Triliun. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan.

Nilai IDR 14.9 Triliun itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham POWR yang beredar saat ini di 16 miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 927.

Saat research atas saham ini saya lakukan di bulan Januari 2021, harga per lembar saham POWR adalah IDR 625. 32.5% lebih MURAH dari nilai intrinsiknya!

Tapiii…kalau dikurangi hutang-hurangnya, nilai intrinsik per lembar POWR menjadi kecil, yaitu di IDR 341, atau 83.5% lebih MAHAL dari nilai intrinsiknya! Tidak ada margin of safety kalau kita kurangi dengan hutang-hutangnya. Itu bahaya DER yang tinggi. Sama seperti PGAS kemarin.

Kesimpulan

Oke, invest di POWR, kah, kita? Untuk saya, jawabannya, tidak sekarang.

Kenapa? Menurut saya, POWR adalah perusahaan yang bagus, memiliki banyak valuasi yang menarik, dan ada juga beberapa “harta karun” di sana. Tapi, hutang-hutang yang banyak membuat nilai intrinsiknya sangat kecil. Jadi, untuk saya pribadi kurang menarik.

Meski demikian, bila kalian tertarik dengan saham perusahaan ini, ini perusahaan yang bagus dengan valuasi PER, PBV, dan DCF (sebelum dikurangi hutang) yang menarik, jadi silahkan saja membelinya. Mengenai hutang, saya pribadi tidak khawatir. Perusahaannya sehat, kok. Mereka punya izin beroperasi sampai tahun

Lalu, dengan rata-rata pemberian dividen 6 tahun terakhir (sejak IPO) di IDR 46.78 per lembar saham, itu memberikan yield (“imbal hasil”) 7.48% dari harga saat ini. Jauh lebih tinggi dari inflasi tahun 2021 di 1.87%! Menarik!

Oh, satu lagi, kalau harga saham POWR turun ke kisaran IDR 400 – 500 per lembar, saya akan sangat tertarik. Kenapa? Karena di harga IDR 400 per lembar, asetnya saat ini akan menjadi 3x dari kapitalisasi pasarnya dan PBV-nya akan menjadi hanya 0.66x. Itu baru mantap..hehehe.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham ini. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)