Portfolio Saham Saya (Feb 2022): Perubahan Portfolio!

[Update per 24 Februari 2022: Ada kesalahan hitung di performa portfolio saya, terutama di bagian ITMG. Seharusnya kinerjanya naik 99.67% bukan 100.15% seperti saya tulis di awal. Saya lupa menghitung biaya dan pajak yang dikenakan broker. Lalu saya lupa menghitung pendapatan dividen ke dalam performa portfolio saya juga. Mohon maaf atas kekeliruan saya.]

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com ini. Apa kabar? Semoga kalian masih sehat-sehat semua, ya. Kali ini saya ingin kasih update sedikit saja mengenai portfolio saham saya di awal tahun 2022 ini.

Seperti yang saya bilang tahun lalu, di bulan Mei 2021, kalau ada perubahan dalam portfolio saham saya, maka akan saya usahakan untuk secepat mungkin menulis post supaya teman-teman sekalian bisa ikut updated.

Rencana saya saat awal mulai menulis untuk blog ini adalah hanya mau post update portfolio saham saya 2x setahun, yaitu di Januari dan Desember setiap tahunnya. Tapi, yah, ini sebagai bagian dari keinginan saya untuk setransparan mungkin terhadap pembaca blog Stoxets.com ini.

Tapi sebelum saya lanjutkan, saham-saham yang saya sebutkan ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun, ya, ingat. Bila kalian belum pernah baca disclaimer blog ini, silahkan klik di sini.

Tambahan, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000; bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5; bukan 1,5. Dan untuk kode mata uang, saya akan menulis kode standar internasional seperti USD / IDR.

Perubahan dalam portfolio saham saya

Langsung saja, ya. Saya di tanggal 14 Februari 2022 kemarin, menjual kepemilikan saya di saham ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk.). Padahal kepemilikan saya di saham ini adalah yang paling besar, yaitu 39% dari total portfolio saya.

Terus terang saya cukup sedih dan kecewa karena sudah menjual saham ITMG tersebut, karena paling tidak saham tersebut akan bisa tembus IDR 30,000an di tahun ini atau tahun depan (menurut saya, ya…). Bahkan, berdasarkan kalkulasi DCF (Discounted Cash Flow) saya untuk ITMG terakhir, di tahun 2021 lalu, nilai wajar ITMG berdasarkan potensi arus kasnya adalah IDR 73,169 / lembar! Masih jauh sekali dari nilai jual saya beberapa hari lalu di IDR 22,725 / lembar. Dengan demikian, angka IDR 30,000 – 40,000 / lembar yang saya harapkan dari ITMG, menurut saya pribadi, inshallah bisa banget, sih. (Saya pernah bahas konsep “nilai wajar” di sini; dimana saya juga menyinggung harga ITMG di tahun 2018 sampai di atas IDR 30,000 / lembarnya).

Lalu, saya juga sempat menambah kepemilikan saham di PJAA (Pembangunan Jaya Ancol Tbk.) dan RALS (Ramayana Lestari Sentosa Tbk.), tapi ini sudah saya info di portfolio update saya di bulan Oktober 2021 lalu, sih. Yang ITMG ini baru terjadi beberapa hari yang lalu.

Alasan saya menjual ITMG

“Lalu, kenapa, dong, jual ITMG kalau memang kamu percaya sahamnya masih akan naik lagi? Bukannya kamu bilang kalau baru akan jual kalau target investasinya sudah tercapai??”

Betul. Terus terang saya agak malu bilangnya, tapi alasan saya menjual cukup simpel. Saya sedang butuh uang tunai untuk biaya hidup keluarga. Saya tadinya mengandalkan dana BPJS JHT (saya terpaksa berhenti bekerja untuk alasan keluarga juga…), tapi itu tidak kunjung cair juga, jadi saya terpaksa menjual sebagian portfolio saham saya. Kebetulan dana darurat saya sudah terpakai semua.

Karena dari portfolio saya yang sudah “hijau” adalah ITMG, jadi terpaksa saya jual. Itu saja, sih. Tidak ada alasan lain. Saya pribadi tidak suka melakukan hal ini, tapi saya terpaksa. Nanti kalau dana BPJS JHT saya sudah cair, saya bisa mengganti uang hasil jual saham ITMG yang terpakai tersebut dan dana darurat pribadi saya juga.

Sekarang? Apa kabar portfolio saya? Mari kita lihat di bawah.

Portfolio saham saya (Feb 2022)

Kondisi portfolio saham saya yang tertera di aplikasi broker

Sama dengan sebelumnya, saya urutkan portfolio saham saya ini berdasarkan besar persentase kepemilikan saya di masing-masing saham.

Tetapi sekali lagi, di gambar di bawah ini tidak urut seperti demikian karena memang aplikasi broker yang saya pakai (Sinarmas Sekuritas) mengurutkannya berdasarkan abjad.

Gambar portfolio saham saya per Februari 2022, setelah saya menjual kepemilikan saya di saham ITMG, dalam aplikasi broker saya. Di sini, seolah performa portfolio saya merugi -6.37%.
Gambar 1. Portfolio saham saya (Feb 2022)
  1. PJAA

Nama: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Pertama beli: 9 Juni 2020

Harga beli rata-rata: IDR 548 / lembar

Harga saat post ini ditulis: IDR 505 / lembar

Kinerja: turun -7.79% (saya rasa untuk tahun 2021 PJAA tidak akan membagikan dividen)

Catatan: 22.12% portfolio saya ada di saham ini. Akan saya update nanti analisa saya terhadap saham ini.

  1. RALS

Nama: PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Pertama beli: 5 Mei 2020

Harga beli rata-rata: IDR 688 / lembar

Harga saat post ini ditulis: IDR 655 / lembar

Kinerja: turun -4.80% (saya rasa untuk tahun 2021 PJAA tidak akan membagikan dividen)

Catatan: 20.14% portfolio saya ada di saham ini. Akan saya update analisa saya terhadap saham ini.

Dengan dijualnya kepemilikan saya atas saham ITMG, terlihat seolah-olah performa portfolio saya merugi ke -6.37%, kan? (Lihat di Gambar 1). Tapi jangan salah, saya jual ITMG setelah dapat “two bagger” (naik 100%). Jadi sebenarnya performa portfolio saya dalam keadaan profitable.

Mari kita lihat di bawah.

Kondisi portfolio saham saya yang sebenarnya

Gambar performa portfolio saham saya per akhir Desember 2021. Keseluruhan naik 31.60%.
Gambar 2. Portfolio saham saya (per akhir Desember 2021)
Gambar bukti penjualan saham ITMG saya di bulan Februari 2022. Dimana saya mendapatkan "two bagger" dari saham tersebut (naik 2x lipat), tepatnya 100.15%, dengan dividen 111.61% bahkan.
Gambar 3. Bukti penjualan saham ITMG saya (Februari 2022)

Jadi, dengan demikian…

  1. ITMG

Nama: PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

Pertama beli: 26 Mei 2020

Tanggal jual: 14 Februari 2022

Harga beli rata-rata: IDR 11,354 / lembar

Harga jual: IDR 22,725 / lembar

Kinerja: naik 99.67% (111.65% kalau dengan dividen di tahun 2020 dan 2021!)

“Kok 99.67%? Bukannya naik 100.15%?”

Betul. Itu karena saya kurangi dengan biaya-biaya dan pajak penjualan saham jadinya berkurang. Tapi dengan dividen, tetap saja itu kenaikan yang cukup luar biasa (menurut saya…hehehe).

Jadi, dengan kenaikan 99.67% yang sudah terealisasi dan kerugian yang masih di atas “kertas” (“paper loss”, atau kerugian yang belum terealisasi) sebesar -6.37%, seperti apa kondisi portfolio saya sekarang?

Kalau saya hitung semua, kenaikan portfolio saya  dengan kondisi di atas, berarti naik 36.77% untuk saat ini. Sayang sekali, bodohnya saya, saya lupa untuk screenshot kondisi portfolio saya sebelum saya jual saham ITMG. Jadi saya tidak bisa memberikan bukti kalau memang portfolio saya, secara keseluruhan, sudah naik 36.77%. Mohon maaf, ya.

Nah, dengan kenaikan 36.77% itu, berarti kalau saya bagi 2, saya hitung dari awal saya menjadi value investor di tahun 2020 lalu, berarti rata-rata performa investasi saya bisa naik 18.38% per tahunnya. Berarti saya tetap bisa achieved alpha (mengalahkan indeks) sejauh ini. Alhamdulillah, saya tetap bersyukur.

Satu lagi, angka 36.77% itu belum termasuk dividen. Dengan dividen, performa portfolio saya sebenarnya naik 41.62%, atau 20.81% per tahun! Alhamdulillah…

Dan karena dividen adalah profit yang nyata (bukan di atas kertas saja) jadi akan saya pakai sebagai bagian dari performa portfolio saya kedepannya.

Penutup

Dengan demikian, berarti saat ini 57.74% dari portfolio saya adalah berbentuk cash. Uang tunai yang meski sekarang akan saya pakai dulu untuk biaya hidup keluarga, inshallah segera (aamiiin…) bisa saya ganti lagi saat dana BPJS JHT saya sudah cair.

Karena itu, kalau saya lihat sisi positifnya (sisi negatifnya saya terpaksa menjual ITMG, tapi dari sisi portfolio saham keseluruhan, sih, tetap aman), saya, nantinya, akan punya uang lebih untuk berbelanja saham. Tunggu saja update saya, ya!

Baik, mungkin kali ini sampai sini saja. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini. Kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

(Di post berikutnya, saya akan update analisa fundamental saham ITMG untuk tahun 2022 ini. Karena saya yakin ITMG adalah perusahaan yang bagus. Tunggu, ya…).

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

2 thoughts on “Portfolio Saham Saya (Feb 2022): Perubahan Portfolio!”

    1. Halo Wisnanda, terima kasih sudah berkunjung ke blog Stoxets.com ya!
      Maaaaf sekali Stoxets.com belum ada medsos (seperti telegram/FB/IG/WA). Mungkin kedepannya akan ada, tapi tidak dalam waktu dekat ini. (Saya pribadi saja sudah mulai “puasa” medsos biar mengurangi kecanduan…hehehe).

      Tapi sering-sering berkunjung ke blog Stoxets.com ini ya! Terima kasih.

      Salam investasi,
      ETS

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)