Saham ITMG: Analisa Fundamental 2022 (Update Februari 2022)

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com dan, sesuai janji saya saat saya bahas performa portfolio saya yang terbaru di minggu lalu, kali ini saya ingin membahas perkembangan / update terbaru dari analisa fundamental saham ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk.).

Seperti saya bilang di post saya sebelumnya, saya terpaksa menjual saham ITMG saya, yang sampai minggu lalu menjadi bagian terbesar dari portfolio saya. Terus terang saya menyesal menjual saham ITMG saya, tapi seperti sudah disebutkan minggu lalu, saya memang harus menjualnya karena alasan pribadi.

Nah, dulu saya pernah membahas perusahaan ini dan saya bandingkan juga dengan ADRO (PT Adaro Energy Tbk.). Waktu itu saya memilih untuk berinvestasi di ITMG, bukan ADRO, karena beberapa alasan yang sudah saya bahas di post waktu itu. Silahkan mampir ke sini untuk membacanya.

Sekarang, saya ingin membahasa apakah saham ITMG masih layak untuk dibeli. Tapi sebelum saya jawab, beberapa hal yang ingin saya ulangi:

1) Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila kalian belum pernah baca disclaimer blog ini, silahkan klik di sini.

2) Saya menggunakan metode analisa value investing saya sendiri yang saya sebut sebagai ‘Metode SRRI’ (Screen, Review, Research, and Invest) dan, kali ini, juga menggunakan metode analisa DCF (Discounted Cash Flow), yang sempat saya jelaskan sedikit di sini cara melakukan analisanya.

Lalu, sebelum kita lanjut, saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000; bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5; bukan 1,5. Dan untuk kode mata uang, saya akan menulis kode standar internasional seperti USD / IDR.

Analisa saham ITMG

Saya ulang dari post sebelumnya, ITMG adalah perusahaan tambang batubara publik Indonesia. Perusahaan ini berdiri di tahun 1987 dan menjadi perusahaan publik di tahun 2007.

Di akhir 2020, mereka memproduksi 21.2 juta ton batubara, atau sama dengan 5.62% total produksi batubara Indonesia di tahun itu. Untuk data tahun 2021, lebih baik nanti kita lihat Laporan Tahunan 2021 saat sudah keluar. Secara industri ITMG masuk ke Oil, Gas, & Coal.

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk ITMG di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan Laporan Tahunan ITMG dari 2009 – 2020 dan Laporan Keuangan ITMG Kuartal III yang saya setahunkan (karena belum ada yang full setahun). Perusahaan ini menggunakan USD dalam laporan keuangan perusahaannya, jadi angka EPS, BVPS, PER, dan PBV, semua saya konversikan ke IDR.

Berikut update dari performa bisnis mereka selama sekitar 13 tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: 3.17% per tahun.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) rata-rata: 64.69% per tahun. Ini angka yang menyesatkan. Karena perubahannya bisa ekstrim sekali (di tahun 2021, pertumbuhan laba ITMG dari tahun 2020 bisa mencapai 737%!) jadi merusak angka rata-ratanya. Mediannya saja di -13.13%.
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: 12.99% per tahun.
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata USD 238 Juta per tahun. Total FCF selama 13 tahun terakhir di USD 3 Milyar.
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 0.18x! Efisien!
  6. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: 0.72x per tahun.
  7. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 25.77% per tahun! Bagus!
  8. Debt equity ratio (rasio hutang dibanding modal) rata-rata: 0.44x per tahun! Sehat!
  1. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 11.22x. Tetapi saat saya melakukan update ini di bulan Februari 2022, PER ITMG ada di 6.74x. 66.5% lebih rendah dari rata-rata historisnya!

    Lalu PER rata-rata industrinya di 11x, berarti ITMG hampir 63% lebih murah juga dari PER rata-rata industrinya. Menarik!
  1. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 2.29x. Waktu itu PBV ITMG ada di 2.06x. Sekitar 11% lebih murah dari PBV historisnya.

    Lalu, PBV rata-rata industrinya saat itu di 1.23x, atau 40% lebih mahal dari harga rata-rata PBV industrinya.

Invest di saham ITMG?

Seperti biasa, saya coba cek apa masih banyak “harta karun tersembunyi” di perusahaan ini.

Tapi tidak seperti saat saya tulis update analisa saham ITMG di bulan Mei 2021 lalu, kali ini yang saya temukan hanya:

  1. Estimasi total cadangan batubara ITMG sebesar IDR 311.2 Triliun. Lalu dengan harga batubara di kisaran USD 158.5/ton, di bulan Januari 2022, ITMG memiliki cadangan batubara sebesar 21.5x dari harga seluruh perusahaannya, di IDR 655.9 Triliun (dibanding kapitalisasi pasar saham ITMG saat post ini ditulis di IDR 30.48 Triliun). Wow!
  2. Ditambah lagi, mereka tidak pernah gagal membayarkan dividen selama 13 tahun terakhir. Dengan rata-rata dividend yield sebesar 11.4%!

Lalu, bagimana dengan analisa DCF-nya? Mari kita lihat.

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Gambar valuasi DCF untuk saham ITMG. Di harga saat post ini ditulis, IDR 26,975 per lembarnya, ada margin of safety sebesar 43.84%, fair value (harga/nilai wajar) di IDR 38,800 per lembar. Bahkan dikurangi hutang, pun, masih memberikan fair value sebesar IDR 32,838 per lembar. Atau 17.85% margin of safety. Cukup menarik!
Gambar 1. Hasil valuasi DCF untuk saham ITMG
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2017 – 2020 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2021 – 2024.
  2. Untuk FCF/Net Profit – Expected, saya pakai 80%. Yaitu, angka rata-rata FCF/Net Profit 2009 – 2021(ekspektasi) sebenarnya yang saya “diskon” supaya lebih konservatif.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 7.5%. Saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya lebihkan 0.5%.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 2%. Angka yang lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan ITMG selama 13 tahun terakhir (di 3.17%).

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify) dan konservatif, nilai kumulatif FCF milik ITMG dari akhir 2021 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 43.8 Triliun. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan. Nilai IDR 43.8 Triliun itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham ITMG yang beredar saat ini di 1.13 Milyar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik (nilai wajar / “fair value”) per lembarnya di IDR 38,800.

Saat post ini ditulis di bulan Februari 2022, harga per lembar saham ITMG adalah IDR 26,975. Berarti, ada margin of safety sebesar 43.84% di saham ini. Cukup menarik!

Bahkan dengan dikurangi semua hutang-hutangnya, masih ada margin of safety sebesar 17.85%, di fair value IDR 32,838 / lembarnya.

Kesimpulan

Nah, kembali ke pertanyaan awal “apakah saham ITMG masih layak untuk dibeli?”

Jawaban saya: iya, dengan catatan.

Memang ITMG adalah perusahaan yang sangat bagus dengan manajemen yang kompeten. Tapiii…valuasi saham ITMG tidak semenarik saat awal saya beli di tahun 2020 dan saat saya tambah kepemilikan saya di saham tersebut di tahun 2021. Kalau saya pribadi, dengan posisi portfolio saya di hampir 58% berbentuk uang tunai (meski sekarang lagi saya pakai untuk biaya hidup, tapi nanti akan saya ganti…hehehe), apakah saya akan membeli saham ITMG lagi? Di harga sekarang, saya lebih baik membeli saham-saham perusahaan-perusahaan lain yang valuasinya jauh lebih menarik.

Tapi, bagi kalian yang masih memiliki saham ITMG, atau baru mau beli, saya yakin harga saham ITMG akan naik di atas IDR 30,000an, sih. Karena dari valuasi DCF di atas harga itu dan secara PER, pun, masih murah. Tapi apakah harga saham ITMG akan naik ke kisaran IDR 40,000an? Entah.

Baik, mungkin kali ini sampai sini saja yang bisa saya update mengenai saham ITMG. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini. Kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)