Saham DGNS: Analisa Fundamental Diagnos Laboratorium Utama

Channel YouTube Lounge & Chill adalah sponsor blog Stoxets.com

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com. Apa kabar? Maaf sudah beberapa minggu tidak post artikel baru. Saya ada project pribadi yang agak memakan waktu saya. Ini berhubungan dengan value investing juga, sih, jadi mungkin kedepannya saya bisa share project yang saya kerjakan sekarang di blog ini.

Nah, kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham DGNS (PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk.), sebuah perusahaan laboratorium klinik Indonesia, saingan dari Prodia Widyahusada (PRDA), yang sedang berkembang pesat. Untuk PRDA sendiri, itu terakhir saya bahas di tahun 2020 lalu dan akan segera saya update analisanya.

Sama seperti SMSM (Selamat Sempurna) dan TOWR (Sarana Menara Nusantara), yang baru-baru ini sudah saya bahas, DGNS juga bukan merupakan bagian dari Seri Saham LQ45 blog ini – yang banyak saya sudah post, seperti PGAS (Perusahaan Gas Negara), ERAA (Erajaya Swasembada), BBTN (Bank BTN), TLKM (Telkom Indonesia), MEDC (Medco Energi Internasional), AKRA (AKR Corporindo), ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur), dan lain-lain.

Gambar logo Diagnos Laboratorium Utama (kode saham: DGNS).
Gambar 1. Logo DGNS (Sumber)

Sebelum kita bahas saham DGNS ini lebih lanjut, saya sebutkan lagi kalau saya akan menganalisa saham ini menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar, seperti PER dan PBV, dan metode valuasi yang lebih mendalam, seperti Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000, bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5, bukan 1,5, dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR, bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita analisa saham DGNS ini!

Analisa saham DGNS

DGNS (PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk.) adalah perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bisnis laboratorium klinik. DGNS berdiri di tahun 2007 sebagai divisi laboratorium dari RS Bunda Group (bagian dari PT Bundamedik Tbk.). Dulu, laboratorium RS Bunda Group dioperasikan oleh PRDA, tapi diambil alih DGNS di tahun 2017. Sekarang, semua kebutuhan laboratorium klinik Bundamedik Group dijalankan oleh DGNS.

Di tahun 2021 lalu, DGNS resmi menjadi perusahaan publik dan secara industri masuk ke healthcare equipment & providers.

Lalu, secara kepemilikan, berdasarkan Laporan Keuangan 2021, saham DGNS dibagi seperti berikut:

  •  PT Bunda Investama Indonesia: 40.80%.
  • PT Bundamedik Tbk.: 39.20%.
  • Masyarakat: 20%.

Saat post ini ditulis, DGNS memiliki jumlah saham beredar sebanyak 1,250,000,000 lembar.

Bisnis DGNS

Lalu, bagaimana dengan bisnis mereka? Mari kita lihat.

Secara layanan, DGNS memiliki dua layanan utama yaitu:

  1. Layanan Home Service, dimana DGNS melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah ke lokasi sesuai permintaan pelanggan.
  2. Layanan Corporate Service, dimana DGNS memberikan layanan medical check-up untuk pelanggan korporasi.

Nah, lalu produk-produk yang disediakan DGNS sendiri meliputi:

  • Laboratorium klinik untuk bermacam-macam tes darah, urin, imunologi, mikrobiologi, dll.
  • Laboratorium genomics (bidang studi sains yang mempelajari genetik seseorang) untuk tes prenatal, pemeriksaan genetik praimplantasi (sebelum melakukan program bayi tabung), dll.
  • Homecare Diagnos untuk bermacam-macam tes yang bisa dilakukan di rumah, seperti tes Covid-19, gejala diabetes, fungsi hati, anemia, dll.

Tapi, secara pendapatan (revenue), bisnis DGNS dibagi seperti berikut:

  • Pihak berelasi (referensi dari holding company DGNS ataupun sister company mereka):
    Referensi dokter – 41.46% dari total pendapatan DGNS di tahun 2021
    Klien korporasi – 0.13% dari total pendapatan
  • Pihak ketiga
    Klien korporasi – 34.16%
    Referensi dokter – 16.54%
    Pelanggan individu – 7.7%

Semua dari total pendapatan DGNS di tahun 2021 sebesar IDR 302,181,508,781.

Menurut saya itu berbahaya saat 41.6% dari bisnis mereka bergantung pada holding company mereka. Apalagi bisnis dari walk-in customers (pelanggan individu) DGNS hanya 7.7%, ini artinya brand awareness DGNS belum besar karena banyaknya bisnis dari klien korporasi dan referensi dokter pihak ketiga itu bisa jadi dari tim sales DGNS sendiri.

Meski demikian, DGNS baru menerima walk-in customers dari tahun 2019, dan semakin tahun angka ini semakin naik banyak. Tepatnya naik sebesar 1,200% per tahun! Dari IDR 290 Juta per tahun ke IDR 23 Miliar per tahun! Ini hal yang sangat bagus.

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk DGNS di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan dan laporan keuangan DGNS dari tahun 2017 – 2021. Berikut performa bisnis mereka untuk lima tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: 108% per tahun! Mediannya di 65% per tahun! Pertumbuhan yang pesat.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) rata-rata: 214% per tahun! Median di 22%. Sangat bagus.
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: 20.4% per tahun!
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata sekitar IDR 4.7 Miliar per tahun. Total FCF selama 5 tahun terakhir di IDR 23.4 Miliar.
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 0.32x. Bagus!
  6. FCF/Equity ratio (rasio FCF dibandingkan modal) rata-rata: 0.07x (atau FCF yang dihasilkan dari modal sebesar 7%). Kecil, sih, ini.
  7. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: 0.57x per tahun.
  8. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 43.5% per tahun! Sangat bagus!
  9. Debt equity ratio (ratio hutang dibanding modal) rata-rata: 0.66x per tahun. Sangat sehat!
  10. Current ratio (rasio aset lancar dibanding kewajiban lancar) rata-rata: 2.7x! Bagus!

  11. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 6.47x. Saat saya melakukan Research ini di awal bulan April 2022, PER DGNS ada di 9.1x. 41% lebih mahal dari rata-rata PER historisnya.

Tapi, saat itu PER rata-rata industrinya juga ada di 17x, berarti PER DGNS 86% lebih murah dari PER industrinya! Menarik!

  1. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 2.32x. PBV mereka saat post ini saya tulis ada di 2.91x! 20% lebih mahal dari PBV rata-rata historisnya.

    Tapi, PBV rata-rata industrinya ada di 3.62x. Atau 24.3% lebih murah dari PBV rata-rata industrinya. Menarik juga!

Invest di saham DGNS?

Secara valuasi PER dan PBV, saham DGNS memang lebih mahal dari rata-rata historisnya. Tapi secara rata-rata industri, ada margin of safety yang menarik di saham DGNS ini. Lalu performa bisnisnya sangat bagus, DER kecil dan ROE besar, DGNS adalah perusahaan yang sangat sehat.

Tapi, seperti biasa, saya selalu mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi saat saya melakukan Research, untuk melihat siapa tahu masih ada “harta karun tersembunyi” di tiap perusahaan yang saya analisa.

Dan untuk ini, ada beberapa hal di bawah yang saya dapat:

  1. Saat post ini ditulis, total kapitalisasi pasar DGNS ada di IDR 587.5 Miliar. Total aset mereka saat ini ada di IDR 241.9 Miliar. Atau sekitar 41% dari kapitalisasi pasarnya. Menarik, tapi harga ini tidak “berteriak” kata “muraaaah!” juga, sih.
  2. Pendapatan DGNS di tahun 2021 adalah IDR 302 Miliar. Itu merupakan 51% dari kapitalisasi pasarnya. Kalau kita jadikan rasio market cap / revenue, kapitalisasi pasar DGNS itu sekitar 1.9x lebih besar dari pendapatannya. Rata-rata di industrinya 9.5x, jadi kapitalisasi pasar DGNS (berbanding dengan pendapatannya) itu lebih murah dari rata-rata industrinya.
  3. Rata-rata ROIC (“Return on Invested Capital”; atau “Imbal Hasil dari Uang Kas yang Diinvestasikan” – lebih jelasnya silahkan baca post saya mengenai ROIC) DGNS adalah 41.76%! Bagus, kah, itu? Sama seperti rasio-rasio lain, ini harus dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Tapi yang jelas, di atas 15% amat sangat bagus, karena ini seperti ROE tapi lebih komprehensif (hutang dan pajak juga dihitung).

    Lalu, analisa DCF untuk saham ini bagaimana?

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Gambar hasil valuasi saham DGNS. Dengan fair value di IDR 736 per lembar, di harga saham DGNS saat post ini ditulis sebesar IDR 470 per lembar, ada margin of safety sebesar 56.6%! Bahkan dengan dikurangi seluruh hutangnya, masih ada margin 33.23%, di harga wajar IDR 704 per lembar!
Gambar 2. Hasil valuasi DCF untuk saham DGNS
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2018 – 2021 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2022 – 2025.
  2. Untuk FCF/Net Profit – Expected, saya pakai 41.36%. Yaitu, angka FCF/Net Profit rata-rata dari tahun 2018 – 2021.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 8%. Itu saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya tambah 1% untuk lebih konservatif.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 3.5% saja. Angka yang lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, atau sekitar 5.7%.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), adalah nilai kumulatif FCF milik DGNS dari akhir 2022 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 920 Miliar. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan.

Nilai IDR 920 Miliar itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham DGNS yang beredar saat ini di 1.25 miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 736.

Saat research atas saham ini dilakukan di awal April 2022, harga per lembar saham DGNS adalah IDR 470. 56.6% lebih MURAH dari nilai intrinsiknya!

Bahkan kalau dikurangi hutang-hurangnya, nilai intrinsik per lembar saham DGNS menjadi IDR 704, atau masih 33.23% lebih MURAH dari nilai intrinsiknya! Menarik!

Ada margin of safety di saham DGNS saat ini yang besar, yang menunjukan kalau harga saham DGNS saat ini dijual di bawah harga wajarnya.

Kesimpulan

Oke, invest di DGNS, kah, kita? Untuk saya, jawabannya, iya!

Tapi, tetap harus diingat kalau 41.6% dari bisnis DGNS bergantung pada holding company mereka dan ini buruk. Ini tetap menjadi PR yang DGNS harus selalu perbaiki.

Nah, seperti saya bilang beberapa minggu lalu, karena saya menjual kepemilikan saya di saham ITMG (Indo Tambangraya Megah), saya lagi mencari saham bagus apa yang bisa saya investasikan dalam waktu dekat ini. Nah, saham DGNS ini sepertinya akan menjadi salah satu “finalis” dari saham-saham yang mau saya investasikan. Tunggu saja update dari saya, ya.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham DGNS ini. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)