MBSS: Analisa Fundamental Perusahaan Pelayaran yang Merupakan Salah Satu “Koleksi” Lo Kheng Hong

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com dan kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham MBSS (PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.).

Sama seperti PTRO (Petrosea Tbk.), BMTR (Global Mediacom Tbk.) dan GJTL (Gajah Tunggal Tbk.), yang sudah kita bahas beberapa waktu lalu, MBSS juga merupakan salah satu “koleksi” saham pak Lo Kheng Hong, seorang investor legendaris Indonesia.

Tetapi kali ini akan berbeda dari sebelumnya dimana saya hanya akan membahas analisa fundamental dari saham MBSS ini dan tidak akan membahas alasan kenapa pak Lo Kheng Hong (LKH) mulai membeli saham ini. Kenapa? Karena informasi yang beredar mengenai kapan pak LKH membeli saham MBSS ini cukup simpang siur, di sini dibilang beliau mulai membelinya dari tahun 2016. Tapi di sini dibilang beliau sudah memiliki saham MBSS dari tahun 2012.

Karena harga per lembar saham MBSS di tahun 2012 dan 2016 jauh berbeda, jadi akan susah saya menentukan alasan kenapa pak LKH mulai “mengoleksi” saham ini dengan tepat. Meski demikian, karena pak LKH memang menambah kepemilikan di saham MBSS di tahun 2021 ini, kita akan bisa menentukan apakah saham MBSS ini sedang “salah harga” atau tidak pada harganya yang sekarang.

Nah, tapi seperti biasa, sebelum saya lanjutkan ke analisa saya, perlu saya jelaskan bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila kalian belum pernah baca disclaimer blog ini, silahkan klik di sini.

Lalu, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000; bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5; bukan 1,5 dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR; bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Analisa saham MBSS

MBSS (PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.) adalah perusahaan pelayaran yang berfokus di bidang energi, terutama pengangkutan batubara. Perusahaan yang masuk ke dalam industri Oil, Gas, & Coal ini berdiri pada tahun 1994 dan menjadi perusahaan publik pada tahun 2011. Di tahun yang sama, 51% sahamnya diakuisisi oleh PT Indika Energy Infrastructure.

Secara kepemilikan, selain Indika Energy Infrastructure, 25.7% saham perusahaan ini dimiliki oleh The China Navigation Company Pte. Ltd, 5.8% dimiliki oleh pak Lo Kheng Hong, dan sisanya dimiliki oleh masyarakat.

Oke, bagaimana dengan komposisi bisnis-bisnis mereka? Mari kita lihat.

Bisnis MBSS

Seperti saya bilang di atas, MBSS memiliki jasa pengangkutan barang curah (“bulk materials”), terutama batubara. Nah, dari segi pendapatan, bisnis MBSS mencetak uang dari dua segmen:

  • Barging

Ini mencakup jasa transportasi dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar, dan trasportasi dari pelabuhan muat ke “anchorage point” (lokasi sementara untuk menyimpan muatan sebelum dipindahkan ke kapal lain) untuk “transshipment” (perpindahan dari satu kapal ke kapal lain) barang-barang curah.

Di tahun 2020, 69% dari pendapatan MBSS dari segmen bisnis ini.

  • Floating Crane

Ini merupakan alat-alat derek pengangkut muatan lepas pantai (ada di atas kapal, jadi bisa berpindah-pindah) untuk transshipment barang-barang curah dari satu kapal, atau anchorage point, ke kapal lain.

Pada tahun 2020, sekitar 31% pendapatan MBSS dari segmen ini.

Perlu ditekankan, 41% dari bisnis MBSS adalah dengan pihak berelasi merek sendiri (masih dalam satu grup).

Nah, sekarang mari kita bahas hasil dari tahap Research untuk MBSS di bawah ini.

Research – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan MBSS dari 2011 – Kuartal 1 Tahun 2021 (yang disetahunkan). Berikut performa bisnis mereka selama 10 – 11 tahun ke belakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: -0.81% per tahun. Angka ini minus karena pendapatan yang berfluktuasi. Tapi secara median, angka ini di 4% per tahun.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba) rata-rata: -98.57% per tahun! Jelek sekali. Tapi penyebabnya sama seperti di atas. Lalu secara median, angka ini ada di 8.19%.
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: -3.08% per tahun. Jelek memang, tetapi ini karena MBSS sering merugi secara akuntansi.
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata USD 14.9 Juta per tahun. Total FCF selama 11 tahun terakhir di USD 164.5 Juta. Jadi MBSS ini rugi secara akuntansi, tapi sebenarnya uang kas yang dihasilkan amat sangat sehat.
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata: 0.56x! Rendah sekali. Ini angka yang amat sehat.
  6. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: stabil dengan rata-rata 0.79x per tahun.
  7. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 1.12% per tahun. Angka yang sangat rendah ini karena MBSS sering rugi secara akuntansi.
  8. Debt equity ratio(ratio hutang dibanding modal) rata-rata: 0.53x per tahun! Rendah sekali ini!
  9. Current ratio (rasio aset lancar dibanding kewajiban lancar) rata-rata: 2.71x! Sangat likuid!
  10. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 1.58x. Saat saya melakukan Research ini di bulan Juli 2021, PER MBSS ada di -11.3x.

Saat itu PER rata-rata industrinya ada di 7.83x, berhubung PER negatif, kita tidak bisa menggunakan rasio ini.

  1. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 0.4x. PBV mereka saat post ini saya tulis ada di 0.4x.

    PBV rata-rata industrinya ada di 1.83x, atau 357% lebih besar dari PBV MBSS saat ini! Jadi MBSS sedang murah secara PBV!

Research – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Hasil valuasi DCF untuk saham MBSS. Dengan fair value di IDR 2,403 dan harga saham saat post ini ditulis di IDR 510. Ada margin of safety sebesar 371%. Wow!
Gambar 1. Hasil valuasi DCF untuk saham MBSS
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2017 – 2020 dan nilai performa bisnis ekspektasi untuk tahun 2021 – 2024.
  2. Untuk FCF/Net Profit – Expected, saya pakai 60%. Yaitu, angka rata-rata FCF/Net Profit dari tahun 2017 – 2020. Itu tetap merupakan angka yang konservatif karena rata-rata FCF/Net Profit selama 10 tahun ke belakang bisa di atas 100%! Ya sudah, saya pakai yang lebih rendah saja.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 8%. Itu angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun yang saya tambahkan 1%.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 2.5%. Rendah supaya lebih konservatif.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), nilai kumulatif FCF milik MBSS dari akhir 2021 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 4.2 Triliun, atau USD 296 Juta bila pakai kurs IDR 14,200 / Dollar. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun atau 20 tahun ke depan.

Nilai IDR 4.2 Triliun itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham MBSS yang beredar saat ini di 1.75 Miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 2,403 / lembar.

Saat post ini ditulis di bulan Juli 2021, nilai per lembar MBSS adalah IDR 510 / lembar. Berarti, ada 371% margin of safety untuk saham ini!

Lalu, bisa, kah MBSS mencetak angka FCF kumulatif sebesar IDR 4.2 Triliun, atau USD 296 Juta? Nah, dalam 10 – 11 tahun terakhir saja mereka sudah mencetak USD 164 Juta. Jawabannya? sangat bisa!

Invest di saham MBSS?

Secara valuasi PBV, MBSS itu sangat menarik. Sedangkan karena PER mereka negatif, jadi tidak bisa kita pakai.

Seperti biasa, saya selalu mencoba untuk menggali informasi lebih dalam lagi saat saya melakukan Research, untuk melihat siapa tahu masih ada “harta karun tersembunyi” di tiap perusahaan yang saya analisa.

Dan untuk MBSS, hal-hal ini yang saya dapat:

  1. Saat post ini ditulis, total kapitalisasi pasar MBSS ada di IDR 892 Miliar. Pendapatan mereka di akhir tahun 2020? IDR 779 Miliar! Hampir sebesar kapitalisasi pasarnya, dan itu juga karena pendapatan mereka menurun akibat pandemi.
  2. Bahkan jumlah uang kas, persediaan (“inventories”), dan aset tetap MBSS di IDR 2.44 Triliun, itu 2.7x lebih besar dari kapitalisasi pasarnya!
  3. Jumlah dari nomor 3 sebesar IDR 2.44 Triliun, kalau dibagi dengan 1.75 Miliar lembar saham memberikan harga saham per lembarnya di IDR 1,397. Hampir 3x lipat lebih besar dari harga saham sekarang.

Nah, cukup banyak “harta karun”nya ya? Lalu, bagaimana kesimpulannya?

Kesimpulan

Oke, invest di MBSS, kah, kita?

Sekali lagi, secara valuasi PBV dan DCF saham MBSS ini menarik. Belum lagi ada beberapa “harta karun” yang menunjukkan kalau saham MBSS ini sedang under valued.

Tapiii…ada satu hal yang akan menyebabkan harga saham ini susah untuk naik. Perusahaan pelayaran seperti ini, kan, pasti melakukan pembelian aset tetap yang mahal (kapal tongkang, crane, dll). Nah, aset tetap ini secara akuntansi nilainya harus disusutkan, yang dimana itu akan mengurangi angka dari laba. Kalau laba negatif berarti MBSS tidak perlu membayarkan dividen. Kalau tidak bisa bayar dividen mungkin harga saham ini juga akan susah untuk naik.

Meski demikian, MBSS ini adalah perusahaan yang sehat dan mampu mencetak uang kas yang banyak. Juga, dari tahun 2010 – 2014, MBSS mampu mencetak laba dengan marjin yang cukup tinggi (antara 15 – 26%!) dan dari tahun 2012 – 2015 MBSS mampu memberikan dividen. (Di saat itu harga per lembar saham MBSS ada di kisaran IDR 870 – 1,000an).

Nah, menurut saya, harga saham MBSS pasti bisa naik saat pendapatan mereka naik dan penyusutan aset yang mengurangi laba sudah menghilang (atau mengecil). Saat itu terjadi dan mereka mulai memberikan dividen lagi, harga sahamnya pasti naik. Pasti ini yang ditunggu oleh pak LKH.

Jadi mungkin saya akan berinvestasi di saham MBSS ini, meski dengan persentase portfolio yang kecil…itu, pun, kalau ada uang lebih…hehehe.

Oke! Untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai MBSS. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah atau silahkan hubungi saya di sini.

Juga, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)