Saham AUTO: Analisa Fundamental Produsen Suku Cadang Otomotif Terbesar di Indonesia

Halo, saya ETS, pemilik dari blog Stoxets.com. Kali ini saya ingin membahas analisa fundamental saham AUTO (PT Astra Otoparts Tbk.), sebuah perusahaan produsen suku cadang otomotif terbesar di Indonesia secara bisnis.

Sesuai namanya, AUTO merupakan grup dari Astra International (ASII), yang sudah saya bahas beberapa bulan lalu. Nah, AUTO merupakan bisnis ASII yang memproduksi dan mendistribusikan suku cadang kendaraan produksi mereka.

Jadi ada salah satu pembaca blog Stoxets.com ini yang menanyakan pendapat saya mengenai saham AUTO ini. Setelah saya lihat sekilas, kok, sepertinya menarik. Dan, ternyata saham AUTO memang menarik! Nanti kita akan bahas lebih banyak di bawah.

Sebelumnya, saya sebutkan lagi kalau saya akan membahas analisa saham AUTO di bawah ini menggunakan metode analisa value investing saya sendiri, yang saya sebut sebagai SRRI (Screen, Review, Research, and Invest), dimana saya akan menggunakan metode valuasi standar seperti PER dan PBV. Tapi saya juga akan menggunakan metode valuasi Discounted Cash Flow (DCF).

Lalu saya juga mau menyebutkan lagi bahwa analisa saham ini bukan rekomendasi untuk melakukan apapun. Saya hanya berbagi informasi yang saya dapatkan berdasarkan riset saya sendiri. Bila belum pernah, silahkan baca disclaimer blog ini di sini.

Terakhir, saya juga mau mengulang kalau saya menulis angka menggunakan sistem US/UK, bukan Belanda/Indonesia. Contoh: 1 juta saya tulis 1,000,000; bukan 1.000.000. Untuk desimal saya tulis 1.5; bukan 1,5 dan untuk mata uang saya menggunakan USD / IDR; bukan “Dollar” atau “Rupiah”.

Sekarang, mari kita analisa saham AUTO!

Analisa saham AUTO

Astra Otoparts Tbk. (AUTO) adalah perusahaan publik Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan suku cadang untuk berbagai macam merek dan jenis kendaraan bermotor, baik yang roda empat ataupun roda dua.

AUTO berdiri di tahun 1976 dengan nama awal PT Alfa Delta Motor dan dimiliki oleh Pak William Soeryadjaja (pendiri PT Astra yang sangat dihormati dalam dunia bisnis Indonesia, Astra kemudian berganti nama menjadi Astra International). Di tahun 1993, Astra seluruh saham perusahaan ini dan di tahun 1997 namanya diganti menjadi PT Astra Otoparts. Di tahun 1998, mereka menjadi perusahaan publik.

 Secara industri, perusahaan ini masuk ke automotive & components (“otomotif & suku cadang”). 80% kepemilikan saham AUTO dimiliki oleh ASII dan 20% dimiliki oleh masyarakat.

Di bawah saya bahas sedikit mengenai bisnis-bisnis dari AUTO, baru setelah itu kita bahas hasil dari tahap Research-nya.

Bisnis-bisnis

Bisnis-bisnis mereka secara umum dibagi 2 dan mereka, termasuk masing-masing komposisi/kontribusinya, adalah:

  1. Manufaktur

AUTO memproduksi  berbagai macam komponen suku cadang untuk kendaraan roda empat, roda dua, dan lainnya (seperti mesin-mesin industri), baik untuk pabrikan otomotif (OEM, Original Equipment Manufacturer) maupun untuk pasar suku cadang pengganti (REM, Replacement Manufacturer).

Lini bisnis ini memberikan kontribusi terhadap pendapatan AUTO sebesar 44.5%.

  1. Perdagangan

AUTO membagi 3 bisnis perdagangannya menjadi pasar domestik, internasional, dan ritel.

  • Domestik: AUTO menjalankan pemasaran, penjualan dan distribusi suku cadang untuk kendaraan roda empat dan roda dua untuk Pasar Pengganti domestik (REM).
  • Internasional: Disini AUTO mengekspor baterai dan suku cadang roda empat dan roda dua ke lebih dari 40 negara di seluruh dunia.
  • Ritel: ini merupakan jaringan ritel suku cadang otomotif AUTO yang dipasarkan di bawah merek Shop&Drive.

Bisnis ini memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan AUTO, yaitu sebesar 55.5%.

Research saham AUTO – Valuasi PER dan PBV

Saya menggunakan laporan tahunan AUTO dari 2011 – Kuartal 2 tahun 2021. Berikut performa bisnis mereka selama hampir 11 tahun kebelakang:

  1. Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) rata-rata: 7% per tahun.
  2. Net profit growth (pertumbuhan laba/profit) rata-rata: 66.5% per tahun. Ini angka yang terlalu tinggi dikarenakan adanya fluktuatif antara pertumbuhan tiap tahun yang terlalu ekstrim. Angka median hampir 11 tahun kebelakang ada di 3.12%
  3. Net profit margin (marjin laba dibanding pendapatan) rata-rata: 6.19% per tahun.
  4. Free cash flow (FCF, sisa uang tunai dari aktifitas operasi dikurangi belanja aset) kumulatif positif dengan rata-rata IDR 164.9 Miliar per tahun. Total FCF selama kurang lebih 11 tahun terakhir di IDR 1.8 Triliun.
  5. Owner’s earnings ratio (rasio belanja aset dibagi uang tunai dari aktifitas operasi) rata-rata AUTO di 1.19x. Tinggi karena sebab yang sama seperti pertumbuhan laba mereka. Tapi angka mediannya di 0.85x.
  6. Efficiency ratio (rasio seberapa efisien biaya setiap pendapatan perusahaan) rata-rata: stabil dengan rata-rata di 0.8 per tahun. Sangat efisien.
  7. Return on equity (imbal hasil dari modal) rata-rata: 8.37% per tahun.
  8. Debt equity ratio(ratio hutang dibanding modal) rata-rata: rendah di 0.4x per tahun! Bagus sekali.
  1. Price earnings ratio (PER, rasio harga saham dibanding laba) rata-rata: 2.24x. Tetapi saat saya melakukan Research ini di bulan Agustus 2021, PER AUTO ada di 18.3x. Jauh lebih mahal dari rata-rata historisnya.

    Lalu saat itu saya lihat PER rata-rata industrinya di 18x juga, berarti PER AUTO tidak sedang murah.

  2. Price to book value (PBV, rasio harga saham dibanding nilai modal) rata-rata: 1.36x. Waktu itu PBV AUTO ada di 0.4x. Lalu, PBV rata-rata industri saat itu di kisaran 1.13x, berarti harga PBV AUTO saat itu hampir 3x lebih murah dari rata-rata historisnya dan lebih dari 2x lebih murah dari rata-rata industrinya! Boleh juga, nih.

Invest di saham AUTO?

Menurut saya, performa bisnis AUTO bisa dibilang bagus, dan dari sisi valuasi PBV sepertinya ada “potensi” di sini.

Saya lalu menggali lebih dalam lagi, untuk melihat apakah ada “harta karun tersembunyi” di saham AUTO ini:

  1. Revenue (pendapatan) mereka di tahun 2020 ada di IDR 11.8 Triliun dan kapitalisasi pasarnya di IDR 4.9 Triliun. Berarti harga seluruh perusahaannya 2.3x lebih kecil dari kemampuan bisnis AUTO. Masuk akal, gak?
  2. Total Asset mereka di IDR 16 Triliun. Berarti 3.2x dari harga pasarnya! Masuk akal, gak??
  3. Nilai uang tunai + aset tetap + property AUTO ada di 5.7 Triliun. 15% lebih tinggi dari harga seluruh perusahaannya!
  4. Dividend Yield (persentase dividen dibanding harga saham) AUTO rata-rata di 2.77%. Tahun 2020 lalu bahkan di 3.77%. Cukup untuk menutup inflasi sambil menunggu harga sahamnya naik!
  5. Current Ratio (rasio perbandingan aset lancar dengan liabilitas lancar) AUTO rata-rata di 1.54x! Perusahaan ini amat likuid.

Banyak yang menarik di saham AUTO ini! Bagaimana dengan valuasinya secara DCF? Mari kita lihat.

Research saham AUTO – Valuasi DCF

Ini hasil analisa DCF (Discounted Cash Flow) untuk saham ini:

Hasil valuasi DCF untuk saham AUTO. Dengan fair value di IDR 4,275 (sebelum dikurangi hutang) atau IDR 3,319 (setelah dikurangi hutang) dan harga saham saat post ini ditulis di IDR 1,035. Ada margin of safety sebesar 313%! Kalau kita kurangi dengan hutang, margin of safety-nya ada di kisaran 220.6%. Menarik!
Gambar 2. Hasil valuasi DCF untuk saham AUTO
  1. Saya menggunakan nilai performa bisnis aktual (yang sudah terjadi) untuk tahun 2016 – 2020 dan nilai ekspektasi performa bisnis untuk tahun 2021 – 2025.
  2. Angka FCF/Net Profit yang saya pakai adalah 6.03%. Ini adalah angka FCF/Net Profit terkecil mereka,tahun 2018 sebesar 24.12%, yang saya bagi 4 supaya lebih konservatif perhitungannya.
  3. Untuk discount factor (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai FCF yang kita ekspektasikan/prediksikan untuk masa depan kalau nilai itu kita tarik ke hari ini), saya pakai 7.5%. Sekali lagi, saya pakai angka Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun dan saya lebihkan 0.5%.
  4. Untuk perpetual growth (angka persentase yang kita pakai untuk kalkulasi berapa nilai pertumbuhan FCF perusahaan selama-lamanya), saya pakai 2.5%.

Intinya, dengan amat sangat saya permudah (oversimplify), adalah nilai kumulatif FCF milik AUTO dari akhir 2021 (awal prediksi dimulai) sampai selamanya, kalau kita tarik ke hari ini akan bernilai sebesar IDR 20.6 Triliun. Selamanya itu sampai kapan? Entah. Bisa 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 30 tahun ke depan.

Nilai IDR 20.6 Triliun itu, kalau kita bagi dengan jumlah saham AUTO yang beredar saat ini di 4.8 miliar lembar, akan memberikan kita nilai intrinsik per lembarnya di IDR 4,275.

Saat post ini ditulis di bulan Agustus 2021, nilai per lembar saham AUTO adalah IDR 1,035. Jadi ada 313% margin of safety di sini!

Bahkan bila kita kurangi seluruh hutang-hutang AUTO dari nilai kumulatif FCF AUTO, nilai kumulatif FCF-nya menjadi IDR 15.9 Triliun, bila dibagi jumlah sahamnya, nilai wajar per lembar saham AUTO setelah dikurangi hutang ada di IDR 3,319. Itu masih ada 220.6% margin! Wow!

Mungkin, kah, saham AUTO naik ke IDR 4,200an?? Loh, di tahun 2013 saham ini naik ke IDR 4,700an. Sangat mungkin!

Kesimpulan

AUTO adalah bagian dari ASII, perusahaan bagus dengan performa bisnis yang terbukti selama puluhan tahun beroperasi di Indonesia dan memiliki manajemen yang sangat kompeten.

AUTO sendiri memiliki performa bisnis yang bagus dengan bisnis yang akan selalu dibutuhkan manusia untuk puluhan, bahkan bisa seratus, tahun ke depan. (Mau mobil listrik juga butuh suku cadang, kan?)

Kesimpulan saya adalah, saya pribadi sangat mau berinvestasi di AUTO!…Yaah, bila ada uang lebih pastinya (hehehe…maklum masih karyawan bokek), karena valuasi DCF yang sangat menarik, dengan margin of safety yang besar dan juga kinerja bisnis yang bagus. Sangat menarik!

(Bahkan gosipnya pak Lo Kheng Hong ada kepemilikan di saham AUTO ini loh! Hehehe…)

Meski demikian, sekarang saya baru akan memasukan AUTO ke watchlist di aplikasi broker saya dulu, karena saya masih ingin fokus di portofolio saya.

Oke, untuk sekarang, mungkin ini dulu yang bisa saya bahas mengenai saham AUTO ini. Jangan lupa lakukan riset kalian sendiri, ya, sebelum berinvestasi. Bila ada pertanyaan, silahkan hubungi saya di sini atau tinggalkan komentar di bawah.

Oke, mungkin kali ini sampai situ saja, kalau post ini membantu dalam perjalanan investasi, atau menghibur, kalian, saya hanya ingin memberi tahu kalau iklan yang kalian lihat di blog ini akan membantu saya dalam terus menjalankan blog saya ini. Bila ada yang menarik dan kalian klik, saya berterima-kasih sebelumnya.

Salam investasi,

ETS

Stoxets.com

Disclaimer/Peringatan:

Kami bukan perencana keuangan, pialang saham, maupun penasihat investasi. Stoxets.com murni berfungsi sebagai blog untuk berbagi pengalaman dan pendapat kami dalam berinvestasi di berbagai jenis aset (terutama pasar saham), tidak menyarankan siapapun untuk membeli/menjual suatu jenis aset maupun saham tertentu, dan tidak akan bertanggung jawab atas siapapun yang mengalami kerugian, maupun keuntungan, uang dalam berinvestasi dimanapun setelah membaca blog ini. Investasi apapun beresiko. Lakukan riset kalian sendiri. Uang kalian, tanggung jawab kalian.

Support This Blog

Kalau kalian ingin mendukung / support blog saya, kalian bisa klik iklan-iklan yang ada di blog saya ini…

atau kalian juga bisa membeli buku-buku rekomendasi saya di bawah ini melalui tautan / link afiliasi yang saya berikan. Semua buku yang saya rekomendasikan akan saya review terlebih dahulu, kalau tidak bagus tidak akan saya rekomendasikan untuk dibeli (meski tetap akan saya review). Program afiliasi ini tidak menjadikan harga buku lebih mahal, saya hanya mendapatkan komisi dari si penjualnya saja:

Buku untuk investor saham pemula

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja & Thomdean: Gramedia / Tokopedia

Value Investing: Beat the Market in Five Minutes – Teguh Hidayat: Gramedia / Tokopedia

Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Learn to Earn – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Buku untuk investor saham yang lebih berpengalaman

Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements – Mary Buffett & David Clark: Tokopedia

One Up on Wall Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Beating the Street – Peter Lynch & John Rothchild: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. I – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal vol. II – Joeliardi Sunendar: Tokopedia

Buku untuk investor saham tingkat jendral bintang lima & pendekar silat sabuk merah

The Intelligent Investor – Benjamin Graham: Gramedia / Tokopedia

Dan masih banyak lagi!

Tolong bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error

Enjoying this blog? Tolong bagikan, ya! :)